Informasi › Berita
-
Asyik Membaca Sambil Nongkrong, Badung Bakal Punya Taman Literasi Hijau untuk Semua Kalangan
I NYOMAN GEDE ARDI YANA PUTRA, S.KOM
Rabu, 7 Oktober 2026 10:39 WITA | 46 kali dibaca
Foto : Asyik Membaca Sambil Nongkrong, Badung Bakal Punya Taman Literasi Hijau Untuk Semua Kalangan Masyarakat Kabupaten Badung bakal memiliki ruang literasi dengan suasana berbeda. Membaca buku nantinya tidak harus dilakukan di dalam ruangan, tetapi bisa sambil duduk santai, berdiskusi, hingga menikmati suasana hijau di ruang terbuka.
Konsep tersebut diwujudkan melalui pembangunan Taman Literasi Wali Pustaka Sastra yang disiapkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, tepatnya di belakang Gedung Layanan Perpustakaan Sastra Mangutama. Lokasi tersebut dipilih karena berada di atas aset tanah milik daerah yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami ingin menghadirkan ruang literasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Membaca tidak harus selalu dilakukan di dalam gedung, tetapi bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan, santai, sekaligus membuka ruang untuk berinteraksi,” ujar Kepala Diskerpus Badung, Ida Ayu Yutri Indahgustari, S.E., M.M, Rabu (7/10/2026).
Taman Literasi Wali Pustaka Sastra dirancang sebagai ruang publik terbuka hijau yang terintegrasi dengan teknologi. Masyarakat nantinya dapat membaca dan berkegiatan sambil menikmati suasana hijau dan nyaman.
"Taman ini juga dirancang agar dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Prinsip aksesibilitas menjadi bagian dari konsep ruang publik agar fasilitas literasi dapat dimanfaatkan secara lebih inklusif", pungkasnya.
Yutri Indahgustari menegaskan, taman ini bukan untuk menggantikan fungsi Gedung Layanan Perpustakaan Sastra Mangutama.
"Kehadirannya justru menjadi ruang alternatif yang melengkapi layanan perpustakaan konvensional", imbuhnya.
Jika perpustakaan utama menjadi tempat masyarakat mencari ilmu secara terstruktur, Taman Literasi diarahkan untuk membangun budaya membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Literasi itu bukan hanya kebutuhan pelajar. Anak-anak, remaja, orang dewasa sampai lansia memiliki kebutuhan belajar sepanjang hayat. Karena itu, ruang yang kami bangun harus bisa digunakan bersama,” jelasnya.
Untuk menunjang aktivitas masyarakat, Taman Literasi akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Salah satunya ruang komunal yang dapat digunakan untuk berinteraksi, berdiskusi, berbagi gagasan hingga membangun komunitas.
"Selain itu, terdapat ruang service atau layanan yang mendukung operasional taman, mulai dari pendaftaran, informasi, peminjaman dan pengembalian buku, pengelolaan koleksi hingga pengawasan fasilitas digital dan keamanan Kawasan",pungkasnya.
Diskerpus juga menyiapkan ruang khusus bagi anak-anak dan remaja. Ruang tersebut diharapkan menjadi tempat yang nyaman untuk membaca sekaligus melakukan berbagai aktivitas.
"Fasilitas lainnya adalah Plaza B atau area panggung terbuka. Panggung ini dapat digunakan untuk storytelling, pentas seni, bedah buku hingga pemutaran film edukasi",imbuhnya.
Area panggung dilengkapi dukungan pencahayaan dan akses listrik untuk menunjang kegiatan yang membutuhkan perangkat tambahan. Pemanfaatan teknologi juga nantinya dapat dikolaborasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung.
“Kami siapkan agar kegiatan literasi tidak berhenti pada membaca buku. Ada diskusi, seni, storytelling dan berbagai kegiatan kreatif yang bisa mempertemukan masyarakat dalam satu ruang,” ujar Yutri.
Kawasan taman juga akan dilengkapi ruang terbuka hijau dan bangku taman. Pengunjung dapat memilih tempat untuk membaca, belajar, berdiskusi maupun menikmati suasana ruang terbuka.
"Pembangunan Taman Literasi Wali Pustaka Sastra ditargetkan rampung pada akhir 2026. Berdasarkan roadmap pembangunan, penyerahan bangunan dari kontraktor kepada Diskerpus Badung direncanakan pada 7 Desember 2026",lanjutnya.
Ia menegaskan taman tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat, bukan hanya pelajar. Konsep inklusif menjadi dasar pembangunan agar fasilitas ini dapat dimanfaatkan berbagai kelompok usia.
“Kami ingin taman ini menjadi ruang publik yang hidup. Siapa pun bisa datang, membaca, belajar, berdiskusi, berkegiatan atau menikmati suasana taman. Semakin banyak masyarakat yang merasa dekat dengan perpustakaan, semakin luas pula budaya literasi yang bisa tumbuh,” Terang Yutri Indahgustari.
Bagikan
Asyik Membaca Sambil Nongkrong, Badung Bakal Punya...
- 1 jam yang lalu
Hadapi Keluhan Masyarakat 24 Jam, Operator 112 dan...
- 2 jam yang lalu
Dishub Badung Perluas Penerangan, 2.365 Lampu Jala...
- 21 jam yang lalu
Puskesmas Mengwi 1 Badung Jemput Bola Rawat Pasien...
- 1 hari yang lalu
Genjot Produksi Bawang Merah 174 Ton, Diperpa Badu...
- 5 hari yang lalu
-
PENGUMUMAN TENTANG PEMBERITAHUAN MEMPELAJARI BERKAS BANDING (INZAGE)
1 minggu yang lalu -
PENGUMUMAN TENTANG PEMBERITAHUAN MEMORI BANDING ELEKTRONIK
1 minggu yang lalu -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA




