Informasi › Berita
  • Disperinaker dan Ekraf Badung Finalisasi Motif Batik, Ditargetkan Launching Pada Hari Batik Nasional

    Admin Web Badung

    Kamis, 13 Agustus 2026 09:54 WITA | 36 kali dibaca

    Disperinaker dan Ekraf Badung Finalisasi Motif Batik, Ditargetkan Launching Pada Hari Batik Nasional
    Foto : Disperinaker Dan Ekraf Badung Finalisasi Motif Batik, Ditargetkan Launching Pada Hari Batik Nasional

    Mangupura — Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja bersama Komite Ekonomi Kreatif Badung mematangkan rencana pengembangan motif batik khas Badung. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Rai yuda Darma menjelaskan Finalisasi dilakukan untuk menentukan motif yang akan dikembangkan sebagai salah satu identitas budaya sekaligus produk ekonomi kreatif daerah.


    “ Rapat hari ini mempunyai arti penting karena kita tidak hanya membahas sebuah desain atau motif batik semata, tetapi juga sedang membangun sebuah identitas visual daerah, diharapkan menjadi representasi Kabupaten Badung, yang tentunya memiliki nilai budaya, nilai estetika dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif “. Ujarnya


    Selanjutnya disebutkan , pembahasan finalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam proses penciptaan batik Badung. Selain memperhatikan unsur estetika, motif yang dihasilkan diharapkan memiliki nilai budaya, merepresentasikan karakter daerah, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif.


    Dalam pembahasan tersebut, sejumlah alternatif motif dipresentasikan untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak, termasuk desainer dan pemangku kepentingan terkait. Masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan untuk menentukan motif yang akan disepakati dan dikembangkan sebagai batik Badung.


    Ketua Komite Ekonomi Kreatif Badung, Nyoman Primahita Gunadarma menjelaskan bahwa proses penciptaan motif batik Badung telah dirancang sejak Februari 2026. Tahapannya meliputi penyusunan konsep, brainstorming, riset, pengembangan desain, hingga pemilihan desainer dan motif.


    Menurutnya, tantangan utama dalam menciptakan batik khas daerah adalah menghasilkan motif yang memiliki karakter kuat dan tidak sekadar menyerupai motif batik dari daerah lain. Karena itu, proses pencarian inspirasi dan pengembangan desain dilakukan secara serius.


    “Ketika sebuah motif disebut mirip dengan batik daerah lain, berarti masih ada yang harus diperbaiki. Kita ingin batik Badung memiliki karakter yang kuat sehingga ketika masyarakat melihat motifnya, mereka dapat mengenali bahwa itu adalah batik Badung,” Ujarnya


    Ia menyebutkan, batik memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai identitas daerah karena motif batik pada umumnya dapat merepresentasikan kekayaan budaya, flora, fauna, tradisi, hingga cerita lokal suatu daerah.


    Dalam pengembangan batik Badung, unsur-unsur tersebut menjadi bagian yang dipertimbangkan. Selain konsep dan motif, pengembangan juga memperhatikan pola, teknik produksi, serta pilihan warna agar menghasilkan karakter visual yang kuat.


    Dari sisi ekonomi kreatif, batik dinilai memiliki keunggulan karena dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan berbagai teknik, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga kombinasi. Produk turunannya juga dapat dikembangkan untuk berbagai segmen, seperti fashion, suvenir, hotel, retail, hingga pasar ekspor.


    “Batik ini bukan hanya sekadar produk daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan perkembangan ekonomi kreatif daerah,” Kata Primahita.


    Ketua Dewan Kerajinan Daerah Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, selaku penggagas lahirnya Batik Badung, menyatakan puas dengan perkembangan yang telah dicapai.


    Ia juga mendukung penuh keberlanjutan Batik Badung sebagai wastra Nusantara khas Kabupaten Badung.


    Pengembangan batik Badung juga diarahkan untuk mendukung pariwisata berkualitas. Wastra khas daerah diharapkan tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang dapat memperkuat daya tarik pariwisata Badung.


    Dalam rencana yang dipaparkan, proses pengembangan motif ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Selanjutnya, motif baru tersebut akan diluncurkan pada 2 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Batik. 


    Setelah peluncuran, pengembangan akan dilanjutkan dengan pelibatan pelaku usaha dan desainer. Pelatihan juga direncanakan untuk mendorong pemanfaatan motif batik Badung dalam berbagai produk, sehingga tidak berhenti pada penciptaan motif semata.


    Dengan proses tersebut, Pemkab Badung berharap batik yang lahir nantinya tidak hanya memiliki kekuatan dari sisi visual, tetapi juga mampu menjadi identitas daerah yang memiliki nilai budaya sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif di Badung.


    Bagikan
Survei Icon

Bagaimana Pengalaman Anda?

Pendapat Anda sangat berarti bagi kami. Mari berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Layanan Website Pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintah Kabupaten Badung.

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK