Informasi › Berita
-
Funday Traditional Games Awali Swakarya Praba 2026, Bangkitkan Semangat Budaya Anak Badung
Admin Web Badung
Sabtu, 18 Juli 2026 13:28 WITA | 94 kali dibaca
Foto : Funday Traditional Games Awali Swakarya Praba 2026, Bangkitkan Semangat Budaya Anak Badung Semangat melestarikan budaya sejak usia dini mewarnai pembukaan rangkaian Swakarya Praba Kabupaten Badung Tahun 2026 melalui Funday Traditional Games yang digelar di Lapangan Depan Rumah Jabatan Bupati Badung, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung, dr. I Nyoman Gunarta ini menjadi pembuka peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Badung.
Funday Traditional Games menghadirkan kompetisi permainan tradisional yang terdiri atas lomba bakiak, deduplak, dan lari balok dengan melibatkan 20 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Badung. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal, memainkan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap permainan tradisional sebagai bagian dari warisan budaya.
Swakarya Praba merupakan suatu wujud kreativitas budaya dan prestasi anak badung yang setiap tahun diselenggarakan oleh Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Badung dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional. Tahun ini, Swakarya Praba mengangkat tema "Samsara", yang menggambarkan kehidupan sebagai sebuah siklus yang terus berputar dan mengalami perubahan.
"Hari ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Badung yang diinisiasi oleh Forum Anak Daerah Badung. Tema Samsara mengandung makna bahwa kehidupan merupakan sebuah siklus yang terus berlangsung. Harapan kami, dalam setiap fase kehidupannya anak-anak dapat memperoleh seluruh hak dasarnya, yaitu hak untuk hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak memperoleh perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi. Semua itu kami wujudkan melalui rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional ini," ujar Kepala DP2KBP3A Badung, dr. I Nyoman Gunarta.
Dipilihnya Funday Traditional Games sebagai kegiatan pembuka merupakan bentuk komitmen DP2KBP3A bersama Forum Anak Daerah Badung dalam menjaga keberlangsungan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.
"Ini merupakan komitmen kami DP2KBP3A bersama FAD Badung, untuk melestarikan permainan tradisional. Kegiatan ini diikuti anak-anak sekolah dasar. Selanjutnya akan dilaksanakan kompetisi e-sport bagi pelajar SMA, perlombaan untuk pelajar SMP pada 27 Juli, lomba antar Forum Anak Daerah kecamatan, hingga puncak peringatan Hari Anak Nasional pada 28 Juli. Pada puncak acara nanti juga akan diluncurkan Majalah Elektronik SALIA (Sahabat Literasi Anak) yang sepenuhnya dikreasikan oleh anak-anak FAD Badung dengan konten yang disusun sesuai kebutuhan anak," katanya.
Gunarta menegaskan, seluruh rangkaian Swakarya Praba menjadi bagian dari komitmen Pemkab Badung dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak yang memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi dalam pembangunan.
"Kami ingin Badung benar-benar menjadi Kabupaten Layak Anak, yang memberikan ruang tumbuh dan berkembang bagi anak, memenuhi hak partisipasi mereka, serta melibatkan anak dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kebutuhan dan masa depannya. Dengan demikian, anak-anak Badung dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang memberikan dampak positif bagi daerah," ujarnya.
Sementara, Ketua FAD Badung, Made Dheandra Satria Atmika, mengatakan antusiasme peserta terhadap Funday Traditional Games sangat tinggi. Meskipun hanya tersedia kuota bagi 20 sekolah dasar, jumlah sekolah yang ingin berpartisipasi jauh lebih banyak.
Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional masih mendapat tempat di hati anak-anak dan menjadi media yang efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.
"Antusiasme sekolah sebenarnya sangat tinggi, namun kuota yang tersedia hanya 20 peserta. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak SD di Kabupaten Badung masih aktif menjaga budaya melalui permainan tradisional," katanya.
Ia berharap Funday Traditional Games tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang bangga terhadap identitas budayanya dan berperan aktif dalam melestarikannya.
"Kami berharap Funday Traditional Games dapat menumbuhkan anak-anak yang memiliki rasa bangga terhadap budayanya serta mampu memperjuangkan dan mempromosikan budaya tersebut kepada masyarakat. Budaya merupakan warisan yang penting untuk terus dilestarikan," pungkasnya.
Bagikan
Funday Traditional Games Awali Swakarya Praba 2026...
- 1 jam yang lalu
Kurasi Badung UMKM Week 2026 Dimulai, Hanya Produk...
- 2 hari yang lalu
Bupati Badung Beri Penghargaan Dinas Sosial Badung...
- 2 hari yang lalu
Karya di Pura Dalem Sempidi, Pemkab Badung Gelonto...
- 2 hari yang lalu
Terima Audiensi Dewan Pengawas KPK, Pemkab Badung ...
- 2 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




