Informasi › Berita
  • Pengakuan Tsunami Ready Diperbarui, Tanjung Benoa Badung Jadi Percontohan Kesiapsiagaan Bencana di Indonesia

    Admin Web Badung

    Senin, 13 Juli 2026 16:49 WITA | 181 kali dibaca

    Pengakuan Tsunami Ready Diperbarui, Tanjung Benoa Badung Jadi Percontohan Kesiapsiagaan Bencana di Indonesia
    Foto : Pengakuan Tsunami Ready Diperbarui, Tanjung Benoa Badung Jadi Percontohan Kesiapsiagaan Bencana Di Indonesia

    Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung  kembali menerima pembaruan Pengakuan Tsunami Ready Recognition Programme (TRRP) dari UNESCO-Intergovernmental Oceanographic Commission (UNESCO-IOC) yang berlaku hingga tahun 2030. Pengakuan tersebut diserahkan oleh National Tsunami Ready Board (NTRB) kepada Pemerintah Kelurahan Tanjung Benoa dalam rangkaian kegiatan Training of Facilitators on the Implementation of the UNESCO-IOC Tsunami Ready Recognition Programme (TR-TOF), Senin (13/7/2026), di Hotel Grand Mirage, Tanjung Benoa.


    Pembaruan pengakuan ini menjadi bukti keberhasilan Tanjung Benoa dalam mempertahankan standar kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu percontohan implementasi Program Tsunami Ready di Indonesia.


    Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, mengaku bersyukur atas diperolehnya kembali pengakuan tersebut.


    "Kami sangat senang dan berbahagia karena hari ini Tanjung Benoa kembali memperoleh pembaruan pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO-IOC hingga tahun 2030. Ini menjadi PR yang besar bagi kami di Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk terus mempertahankan capaian tersebut. Kami sangat mengharapkan pendampingan dari BMKG agar kedepan semakin banyak inovasi yang dapat dikembangkan dalam penguatan program Tsunami Ready," ujarnya.


    Ia menjelaskan bahwa FPRB Tanjung Benoa secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan edukasi dan peningkatan kapasitas, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.


    "Hampir setiap bulan kami melaksanakan berbagai kegiatan. Hasil yang kami capai bahkan di luar ekspektasi. Awalnya saya sendiri bukan berasal dari bidang kebencanaan, tetapi saya melihat mitigasi bencana sebagai cara berpikir baru yang dapat menjadi identitas bagi Tanjung Benoa. Sebagai kawasan pariwisata, kami mengembangkan konsep destinasi eduwisata mitigasi bencana dan konsep tersebut sudah mulai kami uji coba," katanya.


    Sementara, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, mengatakan bahwa kegiatan Training of Facilitators on the Implementation of the UNESCO-IOC Tsunami Ready Recognition Programme (TR-TOF) merupakan inisiatif UNESCO-IOC yang didukung penuh oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP). Pelatihan tersebut bertujuan menyiapkan fasilitator yang mampu mendukung pengembangan komunitas Tsunami Ready di berbagai wilayah.


    "Saat ini Indonesia memiliki 29 komunitas Tsunami Ready. Salah satu yang menjadi role model bagi seluruh komunitas tersebut adalah Tanjung Benoa. Pada kesempatan ini juga dilakukan penganugerahan kembali sebagai bentuk pengakuan bahwa Tanjung Benoa tetap menjadi komunitas Tsunami Ready di Indonesia, khususnya di Bali," jelasnya.


    Menurut Faisal, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang dipimpin oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana Tanjung Benoa.


    "Ini merupakan bentuk apresiasi yang tinggi atas kerja keras Forum Pengurangan Risiko Bencana Tanjung Benoa. Di bawah kepemimpinan Pak Deddy Sumantra, seluruh unsur mulai dari pemerintah, sekolah, hingga masyarakat mampu dirangkul untuk membangun komunitas yang siaga terhadap tsunami. Dengan kesiapsiagaan seperti ini, Bali akan tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung," katanya.


    Pembaruan pengakuan Tsunami Ready hingga tahun 2030 menjadi bukti nyata keberhasilan sinergi antara pemerintah, masyarakat, BMKG, serta berbagai pemangku kepentingan dalam membangun budaya kesiapsiagaan bencana.


    "Keberhasilan Tanjung Benoa diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya kawasan pariwisata yang aman, tangguh, dan berkelanjutan", ucap Faisal. 


    Bagikan

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK