Informasi › Berita
-
Pemkab Badung Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya Keagamaan
Admin Web Badung
Rabu, 20 Mei 2026 14:44 WITA | 34 kali dibaca
Foto : Pemkab Badung Perkuat Ketahanan Pangan Dan Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya Keagamaan Pemerintah Kabupaten Badung menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang berfokus pada upaya penguatan ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari raya keagamaan, Idul Adha, Galungan dan Kuningan, Selasa (19/5/2026), di Ruang Rapat Nayaka Gosana I, Puspem Badung.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Brilliant Ecommerce Berjaya dan Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana sebagai langkah memperluas akses produk-produk pertanian.
Dalam arahannya Bupati Adi Arnawa menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, momentum Idul Adha serta Galungan dan Kuningan biasanya diikuti peningkatan permintaan masyarakat terhadap sejumlah komoditas pangan. Untuk itu perlu langkah antisipatif dan sinergi lintas sektor sehingga dapat memastikan ketersediaan pangan, distribusi, kestabilan harga tetap terjaga dan dapat menekan laju inflasi.
"Kepada Instansi teknis bersama TPID agar terus melakukan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok, penguatan kerjasama antar daerah serta pengawasan distribusi pangan juga harus terus ditingkatkan guna mencegah terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang," jelasnya.
Selain itu Bupati menekankan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan langkah konkret dalam menjaga alih fungsi lahan pertanian dan menjadikan petani sejahtera. Berbicara ketahanan pangan, pemerintah harus dapat memastikan produksi pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat terlebih sektor pariwisata di badung. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan lahan persawahan produktif sehingga dapat mengetahui hasil produksi dan disandingkan dengan kebutuhan."Dinas Pertanian dan Pangan agar melakukan pemetaan berapa luas lahan produksi, berapa produksinya per tahun disandingkan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata. Kalau belum terpenuhi dapat melakukan kerjasama antar daerah," jelasnya.
Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, Dr. Ir. I Made Agus Aryawan menjelaskan, High Level Meeting ini merupakan rapat koordinasi kedua TPID Kabupaten Badung pada tahun 2026 dengan menghadirkan empat narasumber yang membahas fokus ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idul Adha serta Galungan dan Kuningan.
“Hari ini kami menyelenggarakan rakor yang kedua High Level Meeting di tahun 2026 dengan menghadirkan empat narasumber. Fokus pembahasan adalah ketahanan pangan dan pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan baik Idul Adha maupun Galungan dan Kuningan,” ujarnya.
Menurutnya, dua isu tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Badung mengingat kebutuhan pangan tidak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga untuk mendukung sektor pariwisata yang terus berkembang.
“Badung di samping kebutuhan pangan untuk memenuhi masyarakatnya, juga sangat membutuhkan cadangan pangan untuk kebutuhan wisatawan. Untuk kebutuhan masyarakat sendiri, khususnya beras, kita sudah cukup mandiri. Namun untuk memenuhi kebutuhan wisatawan tentu masih diperlukan peningkatan produksi dan stok pangan,” katanya.
Ia juga memaparkan beberapa komoditas yang berpotensi memicu inflasi di Badung menjelang hari raya, di antaranya beras, cabai merah, bawang putih, minyak goreng, serta sejumlah komoditas pangan lainnya.
“Komoditas penyebab inflasi menjelang hari raya salah satunya adalah beras karena kebutuhan meningkat. Selain itu ada cabai merah, bawang putih, minyak goreng, dan beberapa komoditas lainnya. Hal ini harus diantisipasi oleh Perumda Pasar dan Pangan dengan mengambil peran sebagai offtaker hasil pertanian serta menjaga stabilitas ketersediaan stok pangan melalui kolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan,” katanya.
Agus Aryawan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan strategis serta melakukan pemantauan inflasi secara rutin.
“Kesimpulan dari High Level Meeting kali ini adalah Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen meningkatkan ketahanan pangan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk melakukan pemantauan inflasi secara rutin, tidak hanya menjelang hari raya, sehingga kenaikan harga dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
Rapat diikuti oleh Sekda Badung IB Surya Suamba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Made Agus Aryawan, Asisten Administrasi Umum I Wayan Wijana beserta Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Direktur Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana, Badan Pusat Statistik Badung, Tim Perumus Kebijakan serta Dosen Fakultas Pertanian Unud I Ketut Satriawan.
Bagikan
Pemkab Badung Evaluasi Progres PBJ, Realisasi Fisi...
- 22 menit yang lalu
Pemkab Badung Perkuat Ketahanan Pangan dan Pengend...
- 41 menit yang lalu
Bupati Adi Arnawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih di ...
- 6 jam yang lalu
Transportasi Aman Dimulai dari Sopir Hebat, Ini Ca...
- 1 hari yang lalu
Atasi Sampah Residu, Tim Pembina Posyandu Kabupate...
- 1 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




