Informasi › Berita
-
Batik Badung Segera Lahir, Disperinaker: IKM dan Perajin Lokal Bakal Jadi Ujung Tombak Produksi
Admin Web Badung
Rabu, 26 Agustus 2026 10:13 WITA | 37 kali dibaca
Foto : Batik Badung Segera Lahir, Disperinaker: Ikm Dan Perajin Lokal Bakal Jadi Ujung Tombak Produksi Batik Badung segera memasuki tahap produksi setelah proses finalisasi motif rampung. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) menargetkan batik khas daerah ini tidak hanya memiliki identitas motif yang kuat, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi bagi IKM, perajin lokal maupun masyarakat di Badung.
Produk kriya fashion kolaborasi Dekranasda, Disperinaker dan Komite Ekraf Badung ini ditargetkan rampung pada Agustus dan diluncurkan pada Hari Batik Nasional, 2 Oktober 2026. Setelah peluncuran, pengembangan akan dilanjutkan ke tahap produksi bersama IKM dan perajin lokal.
Sebanyak 12 perajin lokal telah dilibatkan dalam pengembangannya, terdiri dari 3 desainer dan 9 perajin. Mereka nantinya menjadi ujung tombak produksi Batik Badung.
"Perajin lokal justru akan menjadi ujung tombak dalam produksi tersebut", kata Kepala Disperinaker Badung Drs. Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (26/8/2026).
"Namun, saat ini kami masih fokus menyelesaikan dan menetapkan motif. Setelah motif diluncurkan, kami akan masuk ke tahap pelatihan, pendampingan dan uji produksi bersama IKM dan perajin lokal", sambungnya.
Batik Badung merupakan ide dan gagasan Ketua Umum Dekranasda Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Karena itu, pemerintah ingin memastikan motif yang dihasilkan memiliki identitas kuat sebelum masuk ke tahap produksi.
Disperinaker pun akan memberikan pelatihan bagi IKM dan perajin lokal yang ada di Badung. Ini untuk memastikan motif dapat diterapkan dengan standar yang sama.
"Jadi meskipun diproduksi oleh perajin yang berbeda, identitas dan kualitas Batik Badung tetap konsisten," ujar Ngurah Rai.
Pihaknya juga menyiapkan strategi pemasaran dengan mendorong kemitraan antara perajin, desainer dan pelaku industri fashion. sehingga Batik Badung dapat dikembangkan menjadi produk fashion, suvenir hingga produk pariwisata yang bernilai jual.
"Kami ingin Batik Badung mempunyai pasar yang jelas. Setelah diluncurkan ada produksi, ada pasar, ada pembeli, dan akhirnya ada peningkatan pendapatan bagi perajin Badung," ucapnya.
"Prinsip kami sederhana, batik badung harus diproduksi oleh masyarakat Badung, nilai tambahnya dinikmati masyarakat Badung, dan pertumbuhannya tetap membuka ruang sebesar-besarnya bagi IKM, perajin dan UMKM lokal," imbuhnya.
Perlindungan motif juga akan diperkuat melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sementara jika permintaan meningkat, pemerintah akan memperkuat kapasitas produksi melalui pemetaan, pendampingan, sarana produksi dan kemitraan antar IKM.
"Ketika pasar Batik Badung tumbuh, kapasitas perajin lokal juga harus ikut tumbuh," terang Ngurah Rai.
Akan tetapi, pihaknya belum memastikan berapa banyak target produksinya, karena motif masih dalam tahap finalisasi.
"Intinya produksi akan dimulai secara bertahap setelah Batik Badung resmi diluncurkan nanti", ungkapnya.
Bagikan
Batik Badung Segera Lahir, Disperinaker: IKM dan P...
- 47 menit yang lalu
Samsat Badung Sosialisasikan Kebijakan Pajak Kenda...
- 1 hari yang lalu
DiskopUKMP Badung Dorong Koperasi Profesional, Tak...
- 2 hari yang lalu
Buka Porsenides Canggu, Bupati Ungkap Solusi Jalan...
- 2 hari yang lalu
Buka Turnamen Masceti Cup, Bupati Adi Arnawa Doron...
- 2 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




