Informasi › Berita
  • Ida Ayu Gede Diahambari, Dipercaya Membawa Baki Paskibraka Badung

    Admin Web Badung

    Selasa, 18 Agustus 2026 09:20 WITA | 68 kali dibaca

    Ida Ayu Gede Diahambari, Dipercaya Membawa Baki Paskibraka Badung
    Foto : Ida Ayu Gede Diahambari, Dipercaya Membawa Baki Paskibraka Badung

    BADUNG — Langkahnya mungkin hanya beberapa meter. Namun, bagi Ida Ayu Gede Diahambari, setiap langkah saat membawa baki dalam upacara pengibaran Sang Merah Putih memiliki makna besar. Siswi SMA Negeri 1 Kuta Utara itu dipercaya menjadi pembawa baki Paskibraka Kabupaten Badung. Tugas tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus menantang, terlebih pembawa baki harus menjalankan tugas seorang diri di lapangan dengan sorotan seluruh peserta upacara.


    “Tentu sangat bangga kepada diri saya sendiri. Baki itu tugas perseorangan, jadi kita sendiri di lapangan. Itu salah satu kehormatan bagi saya untuk dipercaya menjadi pembawa baki,” ujar Ida.


    Ida Ayu Gede Diahambari lahir di Denpasar, 19 Oktober 2009. Ia merupakan putri dari Ida Bagus Ari Manggala Yudha dan Ida Ayu Putu Puspawati. Ida berasal dari Banjar Tegal, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

    Kepercayaan menjadi pembawa baki tidak datang secara tiba-tiba. Ida harus melewati serangkaian proses seleksi sebelum akhirnya dipercaya menjalankan tugas tersebut. Tahapan seleksi dimulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), pemeriksaan kesehatan, parade, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), kesamaptaan, wawancara hingga pantukhir.


    Dalam tahapan PBB, peserta dinilai melalui berbagai gerakan seperti langkah tegap, jalan di tempat, maju jalan, hadap kanan dan hadap kiri. Sementara pada tes kesamaptaan, kemampuan fisik diuji melalui lari, push-up, sit-up, back-up dan shuttle run.


    Proses panjang tersebut diakui Ida cukup berat. Namun, ia berusaha menjalaninya dengan menikmati setiap tahapan. “Pertama kali tahu mendapat tugas sebagai pembawa baki, tentunya kaget karena baki itu tidak mudah. Prosesnya panjang dan cukup berat bagi saya. Tapi selama ini saya jalani dengan enjoy,” katanya.


    Selain tuntutan fisik dan mental, salah satu tantangan terbesar yang dirasakan Ida adalah harus berpisah dengan keluarga selama menjalani karantina. Selama kurang lebih dua pekan, para calon Paskibraka harus mengikuti rangkaian kegiatan tanpa membawa telepon seluler. Untuk membantu peserta mengatasi rasa rindu, panitia meminta mereka membawa foto keluarga.


    Ida mengaku foto tersebut menjadi penguat ketika rasa rindu kepada keluarga muncul. “Ketika kita masuk karantina, otomatis kita terpisah dari keluarga selama dua minggu. Pasti ada rasa kangen yang berat. Setelah kelas malam, saya bisa melihat foto keluarga. Jadi rasa kangennya sedikit hilang,” tuturnya.


    Persiapan fisik telah dilakukan Ida jauh sebelum mengikuti seleksi. Di sekolahnya, ia mengikuti latihan bagi calon Paskibraka yang mencakup latihan lari, push-up, sit-up dan berbagai latihan fisik lainnya.


    Sementara untuk persiapan mental, Ida memilih membangun keberanian dan kepercayaan diri.
    “Untuk mental lebih ke berani saja. Harus percaya diri dalam segala hal,” ujarnya.


    Kepercayaan diri itu kembali diuji ketika ia harus menjalankan tugas di hadapan banyak orang. Ida mengaku termasuk pribadi yang mudah grogi. Karena itu, ia berusaha mengendalikan pikirannya agar tetap fokus.


    “Saya itu orangnya cepat grogi. Jadi saya harus menjaga pikiran supaya tidak berlebihan. Saya berpikir, saya bisa, saya harus berhasil,” katanya.


    Saat menjalankan tugas, fokus tersebut terus dijaganya. Ia berusaha tidak membiarkan rasa gugup menguasai dirinya. Di balik perjuangan Ida mengikuti seluruh proses Paskibraka, ada dukungan keluarga yang menjadi sumber motivasi. Sang ibu, Ida Ayu Putu Puspawati, selalu mengingatkan agar Ida menyelesaikan apa yang telah dimulainya.


    “Apa yang kamu mulai harus kamu selesaikan. Kamu tidak boleh berhenti di tengah jalan,” ungkap Ida, mengingat pesan ibunya.


    Selain pesan dari keluarga, motivasi dari pelatih juga menjadi pengingat selama menjalani latihan. Salah satu pesan yang paling diingat Ida adalah agar tidak lengah dalam menjalankan tugas.


    Di tengah latihan yang penuh kedisiplinan, terselip pula momen lucu yang menjadi kenangan Ida bersama rekan-rekannya. Salah satunya terjadi ketika mereka menjalani latihan penguatan dengan sikap lilin.


    Sebuah kejadian spontan membuat sejumlah peserta tertawa hingga mendapat teguran dari pelatih. Bagi Ida, kejadian tersebut menjadi salah satu cerita ringan yang akan terus dikenang dari perjalanan Paskibraka. Setelah menjalankan tugas, Ida mendapatkan pelajaran mengenai pentingnya kerja sama, komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi kunci agar tugas dapat berjalan dengan baik.


    “Setelah saya mengibarkan tadi, saya merasa kerja sama itu penting banget. Terus komunikasi dan koordinasi. Kalau tiga itu tidak ada, buyar,” ujarnya.


    Pengalaman menjadi Paskibraka Badung juga ingin dijadikan Ida sebagai langkah awal untuk mengejar cita-citanya. Ia bercita-cita menjadi seorang polisi.


    “Harapannya ini adalah langkah awal yang bisa membawa saya ke jenjang cita-cita saya selanjutnya,” katanya.


    Kepada teman sebaya maupun adik tingkat yang ingin mengikuti seleksi Paskibraka, Ida berpesan agar mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental.


    “Kalau kalian mau ikut, pertama harus siapkan mental, siapkan fisik, jangan lupa percaya diri dan selalu berdoa. Jangan lupa tetap memiliki rasa nasionalis, karena siapa lagi yang akan meneruskan kalau bukan kita,” pungkasnya.


    Bagikan
Survei Icon

Bagaimana Pengalaman Anda?

Pendapat Anda sangat berarti bagi kami. Mari berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Layanan Website Pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintah Kabupaten Badung.

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK