Informasi › Berita
  • Terinspirasi Ritual Sanghyang Jaran, Duta Badung Usung Karya Baradwara di Wimbakara Balaganjur Remaja PKB XLVIII 2026

    Admin Web Badung

    Jumat, 19 Juni 2026 11:34 WITA | 26 kali dibaca

    Terinspirasi Ritual Sanghyang Jaran, Duta Badung Usung Karya Baradwara di Wimbakara Balaganjur Remaja PKB XLVIII 2026
    Foto : Terinspirasi Ritual Sanghyang Jaran, Duta Badung Usung Karya Baradwara Di Wimbakara Balaganjur Remaja Pkb Xlviii 2026

    MANGUPURA  – Duta Kabupaten Badung kembali hadir dengan karya penuh makna pada ajang Wimbakara (Lomba) Balaganjur Remaja pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026. Tampil urutan pertama di panggung terbuka Art Centre, Denpasar, Duta Badung yang diwakili Sekaa Gong Cakradhara, Desa Adat Sedang, Desa Sedang Kecamatan Abiansemal tampil maksimal pada Kamis 18 Juni 2026 malam.

     

    Setelah berhasil meraih juara pertama pada PKB 2025 lalu, kali ini Badung mengusung garapan bertajuk Baradwara yang terinspirasi dari ritual sakral Sanghyang Jaran di Pura Dalem Solo, Desa Adat Sedang. Karya tersebut mengangkat konsep hati sebagai pusat perjalanan spiritual manusia menuju penyucian diri. 

     

    Baradwara dimaknai sebagai "Gerbang Api", sebuah ruang transisi spiritual tempat segala mala atau kekotoran jasmani dan rohani dilebur untuk mencapai kesadaran yang lebih luhur.

     

    Koreografer tari dan gerak, Ida Bagus Yodhie Harischandra saat ditemui usai pementasan mengakui  bahwa persiapan garapan tahun ini telah berlangsung cukup panjang.

     

    "Untuk persiapan kami kurang lebih sudah berproses selama enam bulan. Kalau dihitung efektif, sekitar empat bulan. Para penabuh kami rekrut dari beberapa sekaa yang ada di Desa Sedang, kemudian kami satukan menjadi satu barung yang siap tampil di ajang lomba tahun ini," ujarnya.

     

    Pria yang akrab disama Gus De itu mengakui, tantangan terbesar yang dihadapi selama proses latihan adalah pengaturan waktu. Sebab para penabuh dan penari memiliki aktivitas masing-masing di luar kegiatan kesenian.

     

    "Kendalanya tentu mengatur waktu karena para penabuh dan penari juga harus bekerja dan menjalankan aktivitas mereka sehari-hari. Namun dari situ kami belajar bersama untuk menyatukan waktu, rasa, dan tempat dalam proses berkarya tahun ini," katanya.

     

    Meski Badung berstatus juara bertahan setelah meraih posisi tertinggi pada 2025, Yodhie menegaskan pihaknya tidak ingin terlalu terbebani oleh target mempertahankan gelar.

     

    "Kalau dibilang optimis, tentu optimis. Apalagi tahun lalu Badung meraih juara satu. Tetapi bagi saya, teman-teman tim Belaganjur sudah menunjukkan usaha maksimal mereka. Itu sudah cukup bagi kami sebagai pembina. Soal hasil, kami serahkan kepada Tuhan dan tim juri. Namun semua itu  menjadi bonus bagi kami," ungkapnya.

     

    Secara artistik, Baradwara berangkat dari pemaknaan api sebagai media pemurnian dalam ritus Sanghyang Jaran. Puncak penyucian tersebut digambarkan melalui fase Nadi, yakni kondisi ketika energi transendental diyakini menguasai tubuh dan kesadaran manusia sehingga mampu melampaui batas-batas ragawi.

     

    Konsep itu diterjemahkan ke dalam komposisi musik atau gambelan yang berlandaskan konsep tri angga. Energi gerbang api dan transformasi spiritual diwujudkan melalui struktur musikal yang dinamis, ledakan ritmis yang kuat, serta pengolahan melodi yang menggambarkan karakter kuda Sanghyang Jaran yang lincah dan penuh tenaga.

     

    Eksplorasi ritme menjadi salah satu kekuatan utama karya ini. Fenomena grubug diwujudkan melalui persilangan subdivisi lima (quintuplet) dengan subdivisi konvensional pada instrumen ceng-ceng sehingga menghasilkan jalinan ritmis yang kompleks namun tetap terstuktur.

     

    Eksplorasi tekstur bunyi ceng-ceng yang menghadirkan sonoritas gongseng, berpadu dengan stimulasi  magis Gending Sanghyang Jaran Khas Desa Adat Sedang dan membentuk suasana musikal yang energik dan mistis sebagai representasi perjalanan jiwa menuju pemurnian. Kombinasi tersebut menghadirkan suasana energik sekaligus mistis yang merepresentasikan perjalanan jiwa menuju pemurnian.

     

    Untuk diketahui Karya Baradwara dikonseptualisasikan oleh I Gusti Made Darma Putra. Komposisi musik digarap oleh I Made Adipramana Suparsa dan I Nyoman Arista Adiwijaya, sementara koreografi ditata oleh Ida Bagus Yodhie Harischandra bersama Komang Jana Arta Suputra.


    Bagikan

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK