Informasi › Berita
-
Eduwisata Mitigasi Bencana Tanjung Benoa Berpotensi Tingkatkan PAD Kabupaten Badung
Admin Web Badung
Kamis, 11 Juni 2026 14:37 WITA | 76 kali dibaca
Foto : Eduwisata Mitigasi Bencana Tanjung Benoa Berpotensi Tingkatkan Pad Kabupaten Badung Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata, Tanjung Benoa, Kabupaten Badung menghadirkan sebuah inovasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman berwisata, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Melalui konsep Eduwisata Mitigasi Bencana, kawasan ini membuktikan bahwa edukasi, pelestarian lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Program yang diinisiasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa tersebut dinilai mampu menjadi nilai tambah bagi industri pariwisata sekaligus membuka peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung melalui bertambahnya aktivitas wisata dan perputaran ekonomi lokal.
Ketua FPRB Tanjung Benoa, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, mengatakan kehadiran Eduwisata Mitigasi Bencana membawa berbagai dampak positif, mulai dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengurangan risiko bencana hingga terciptanya daya tarik wisata baru yang berbasis edukasi.
“Dari seiring adanya eduwisata ini, value-nya yang pertama itu adalah tentu penyadaran masyarakatnya akan semakin meningkat terhadap masalah kebencanaan. Kemudian juga kita punya daya tarik wisata baru, kemudian juga lingkungan kita lebih terjaga, pasti kita akan lebih care dan aware dengan lingkungan kita, terutama lingkungan pesisir kita. Kemudian juga kita punya mangrove, vegetasi mangrove itu ternyata menjadi nilai jual yang luar biasa dan tentunya bernilai ekonomi untuk masyarakat kita, UMKM, kemudian pedagang-pedagang kecil, kemudian terutama pengusaha-pengusaha yang ada di Tanjung Benoa,” ujarnya kamis (11/6/2026).
Menurut Deddy, inovasi tersebut bukan untuk menggantikan potensi wisata bahari yang selama ini menjadi andalan Tanjung Benoa, melainkan menjadi pelengkap yang memperkaya ragam atraksi wisata dan memperkuat daya saing destinasi.
“Dengan hadirnya inovasi eduwisata mitigasi bencana ini, kita berkomitmen dan kita berjanji dan sudah kita buktikan, ini bukan mematahkan atau malah mematikan sektor wisata bahari yang kita punya, baik itu watersport, kemudian misalnya konservasi Turtle Island Conservation. Tetapi ini malah menjadi nilai tambah dan menjadi peningkatan dari sektor pariwisata kita. Malahan dengan hadirnya ini akan saling mendukung pada sektor pariwisata lainnya di Tanjung Benoa,” katanya.
Ia menambahkan, konsep Eduwisata Mitigasi Bencana juga memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selain menikmati berbagai aktivitas wisata, pengunjung memperoleh pengetahuan mengenai mitigasi bencana sehingga Tanjung Benoa berpotensi berkembang sebagai pusat riset dan kajian kebencanaan yang dikenal secara nasional maupun internasional.
“Bahkan nilai plusnya dengan hadirnya eduwisata ini, tamu tidak akan hanya menikmati menu wisata, tetapi dia akan mendapatkan kesan, kemudian juga akan menjadi daya tarik untuk riset selanjutnya, kemudian juga menjadi pusat kajian kebencanaan di Indonesia bahkan mungkin di dunia,” ungkapnya.
Dari sisi ekonomi, Deddy optimistis pengembangan Eduwisata Mitigasi Bencana akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan PAD Kabupaten Badung. Kehadiran wisatawan yang mengikuti program tersebut diyakini akan menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, hingga pelaku UMKM di kawasan Tanjung Benoa.
“Dengan adanya eduwisata mitigasi kebencanaan yang kami lakukan di Tanjung Benoa ini, mudah-mudahan ini menjadi penambah. Dan tentu saya yakin menjadi penambah PAD di Badung. Karena saya arahkan tamu tersebut di Tanjung Benoa, makan di Badung, minumnya di hotel di Tanjung Benoa, meetingnya di Tanjung Benoa, kemudian itu kan pasti akan imbasnya ke Kabupaten Badung, PAD kita,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan inovasi tersebut, FPRB Tanjung Benoa berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, khususnya dalam aspek perizinan, sehingga industri eduwisata berbasis masyarakat dapat tumbuh secara legal dan berkelanjutan.
“Nah, lagi satu, permohonan kami untuk pemerintah daerah mohon dibantu, terutama industri eduwisata ini, mungkin ya terutama perizinan-perizinan juga, bagaimana caranya biar secara legal kita bisa membangun wisata baru di Kabupaten Badung ini. Salah satunya yang kami lakukan di Tanjung Benoa. Biar kami mohon tidak dipersulit untuk masalah itu, karena kami bergerak betul-betul dari masyarakat, dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat Tanjung Benoa,” tutup Deddy.
Bagikan
Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Je...
- 9 jam yang lalu
Eduwisata Mitigasi Bencana Tanjung Benoa Berpotens...
- 11 jam yang lalu
Tanjung Benoa Kian Mendunia, Jadi Lokasi Kajian Ke...
- 11 jam yang lalu
Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Upacara Ngeratep T...
- 16 jam yang lalu
TP. PKK Badung Bersinergi dengan TP. PKK Provinsi ...
- 16 jam yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




