Informasi › Berita
  • Integrasi Hulu–Hilir Jadi Strategi Utama Bisnis Pangan Perumda MGS Badung

    Admin Web Badung

    Jumat, 6 Februari 2026 08:53 WITA | 37 kali dibaca

    Integrasi Hulu–Hilir Jadi Strategi Utama Bisnis Pangan Perumda MGS Badung
    Foto : Integrasi Hulu–hilir Jadi Strategi Utama Bisnis Pangan Perumda Mgs Badung

    Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung menegaskan komitmennya membangun sistem pangan terintegrasi dari hulu hingga hilir melalui kerja sama strategis dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, BUMD pangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang disaksikan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di Unit Pengelolaan Pangan Perumda MGS, Mengwitani, Kamis (5/2/2026).


    Kerja sama ini menempatkan Perumda MGS sebagai pemasok beras untuk jaringan distribusi PT Food Station di Bali. kolaborasi ini menjadi fondasi bagi Perumda MGS dalam memperkuat kendali rantai pasok pangan, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk ke konsumen akhir.


    Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung, Kompiang Gede Pasek Wedha, ST., MM., menegaskan bahwa integrasi hulu–hilir merupakan kunci agar BUMD pangan daerah mampu tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing.


    “Perumda MGS tidak hanya ingin berperan sebagai pengelola pasar, tetapi mengambil posisi strategis sebagai offtaker hasil pertanian sekaligus penggerak distribusi pangan. Dengan integrasi hulu dan hilir, petani memiliki kepastian pasar, sementara kebutuhan konsumen dapat dipenuhi secara stabil,” ujarnya.


    Dalam tahap awal, Perumda MGS menargetkan suplai beras sebesar 300 ton per bulan, yang secara bertahap ditingkatkan hingga 500 ton per bulan, bahkan berpeluang berkembang hingga 900 ton per bulan. Untuk mendukung target tersebut, perusahaan akan mengoptimalkan kapasitas produksi Rice Milling Unit (RMU), termasuk peningkatan jam operasional dari satu shift menjadi dua shift hingga 24 jam penuh.


    Di sisi hulu, Perumda MGS membangun kolaborasi dengan petani, subak, pemasok, UMKM, dan peternak guna menjamin kontinuitas bahan baku. Sementara di sisi hilir, Perumda MGS memperluas peran sebagai pemasar produk pangan lokal ke berbagai segmen pasar, seperti hotel, restoran, kafe, dan toko jejaring modern.


    “Integrasi ini memungkinkan kami membentuk satu ekosistem pangan. Dari produksi di tingkat petani, pengolahan di RMU, hingga distribusi ke pasar akhir, semuanya terhubung dalam satu sistem,” jelas Kompiang.


    Ia menambahkan, standar mutu menjadi perhatian utama dalam strategi integrasi tersebut. Kualitas produksi di Bali ditargetkan setara dengan produk Food Station di Jakarta, sehingga Perumda MGS terus melakukan pembenahan SDM, sistem produksi, dan manajemen mutu.


    Sementara, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, menyatakan bahwa Perumda MGS memiliki potensi besar sebagai mitra lokal yang mampu mendukung efisiensi distribusi pangan di Bali. Keberadaan fasilitas RMU dengan kapasitas 20–30 ton per hari dinilai mampu memperkuat pasokan beras untuk wilayah Badung dan sekitarnya.


    "Kedepannya, integrasi hulu–hilir yang dibangun melalui kerja sama ini tidak hanya difokuskan pada komoditas beras, tetapi juga berpotensi diperluas ke produk pangan strategis lainnya seperti minyak goreng, gula, maupun telur. Dengan model bisnis terintegrasi tersebut, Perumda MGS optimistis dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan", pungkasnya.


    Bagikan

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • 0361 419888

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK