Konsultasi Publik RDTR Terakhir di Kecamatan Kuta

  • 2014-02-13 09:33:00
  • Admin
  • 407 Pengunjung
Konsultasi Publik RDTR Terakhir di Kecamatan Kuta
Lebih lanjut Agus Aryawan menyatakan untuk menata Wilayah Kecamatan Kuta yang saat ini sudah berkembang padat tentu konsepnya berbeda dengan wilayah yang masih terbuka. Dibutuhkan perencanaan tata ruang dengan kedetailan mendekatai Rancang Bangun Kota (urban design guideline) sebagai instrument pengendalian intensitas pemanfaatan ruang. Fokus perencanaan RDTR Kuta lebih ditekankan pada penataan intensitas pemanfaatan ruang yang meliputi : pengaturan zonasi, pengaturan KDB, KLB, KTB (Koefisien Tapak Basement) , KDH (Koefisien Dasar Hijau), Sky line bangunan, façade bangunan, setback bangunan serta penataan prasarana minimal khususnya untuk bangunan publik.
 
Dalam rancangan RDTR Kecamatan Kuta pengaturan intensitas pemanfaatan ruang tersebutlah yang menjadi fokus sehingga perwajahan Kuta diharapkan menjadi lebih tertata dan lingkungan menjadi lebih nyaman. Untuk menghindari Kawasan Kuta berkembang menyerupai spiral dengan lingkaran kearah dalam (involusi) maka dibutuhkan revitalisasi pemanfaatan ruang dengan melakukan readjustment pada blok-blok ruang yang memungkinkan untuk diremajakan atau ditata sehingga fungsi ruang menjadi optimal dan estetika ruang menjadi lebih
harmonis.
 
Sementara itu Camat Kuta Selatan, I Gede Rai Wijaya sangat mendukung dilaksanakannya konsultasi publik terkait RDTR Kecamatan Kuta apalagi dihadiri tokoh-tokoh masyarakat Kuta , sehingga diharapkan dapat menghasilkan rencana tata ruang kawasan Kuta untuk 20 tahun kedepan serta hal-hal yang mungkin terjadi dapat dicarikan solusinya  dalam konsultasi RDTR. “Pembangunan di Kawasan Kuta saat ini perlu dikendalikan secara tegas dan ketat dan dalam konsultasi publik ini perlu juga dibahas adanya tata ruang hijau terbuka di Kawasan Kuta. Kawasan ini dapat menjadi taman kota serta paru-paru kota,” sarannya.
 
Dalam konsultasi publik Kecamatan Kuta ini selain  dihadiri Camat Kuta, Lurah, Bendesa Adat serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Kuta Selatan dan Tim Tenaga Ahli Bappeda Litbang, Ir. Made Arca Eriawan,MM, juga dihadiri dari Provinsi Bali diantaranya PU Prov. Bali, Satker PLP Prov. Bali, Balai Wilayah Sungai Bali-Penida.