Masuk Nominasi 6 Besar Nasional, PKK Desa Baha Dinilai Tim LBS Pusat

  • 2014-02-12 11:10:00
  • Admin
  • 536 Pengunjung
Masuk Nominasi 6 Besar Nasional, PKK Desa Baha Dinilai Tim LBS Pusat
Susi Soebekti yang didampingi Ketua Pokja IV PKK Pusat Ratna Farida mengatakan bahwa, penilaian LBS di Desa Baha ini berdasarkan hasil laporan yang telah diterima dan Desa Baha sebagai wakil Provinsi Bali masuk nominasi 6 besar Nasional. Penilaian ini sebagai upaya cross cek ke lapangan dari laporan yang telah diterima sebelumnya. Dikatakan, lomba LBS bukan sekedar lomba, namun target yang ingin dicapai adalah bagaimana kita mampu menekankan kepada masyarakat untuk selalu membuat lingkungannya bersih dan sehat. "Lomba LBS lebih kepada fisik, selain lingkungan bersih juga harus didukung  adanya saluran pembuangan air limbah (SPAL) yang baik," jelasnya.
 
Selain itu Susi Soebekti juga memberi apresiasi kepada PKK Desa Baha yang telah melaksanakan program bersih dan sehat melalui gerakan atau slogan-slogan yang gampang diingat masyarakat, diantaranya Gabismuk (Ganyang Habis Nyamuk), Bersumpah (Bersih Tersenyum Bebas Sampah), Deklrasi tidak buang air besar sembarangan serta adanya pengolahan sampah menjadi pupuk. Yang tidak kalah pentingnya program dari Pemkab Badung yaitu Gelatik (Gerakan Berlanjutan Anti Sampah Plastik). "Penilain ini bertujuan melihat apa yang telah dilaporkan untuk kami klarifikasi sekaligus memberi  pembinaan, mudah-mudahan desa-desa di Badung mampu seperti Desa Baha ini," katanya. Selain itu Susi Soebekti juga memberikan apresiasi atas program kesehatan Kabupaten Badung JKKB Manguwaras dengan layanan kemoterafi dan cuci darah gratis melalui dana APBD, ini sebagai bukti program yang pro rakyat. Serta pemberian vaksin kanker serviks gratis kepada 3000 lebih siswi SMP, SMA/SMK dan program Badung ini menjadi yang pertama di Indonesia.
 
Bupati Badung dalam sambutannya yang disampaikan Sekda Badung Kompyang R. Swandika menyampaikan, Desa Baha merupakan salah satu pusat perjuangan para pejuang dalam merebut kemerdekaan, tercatat di Baha paling banyak memiliki kartu resmi veteran. Baha juga sebagai desa pariwisata, dapat dilihat dari lingkungannya yang asri bersih, lestari dan indah. Ini merupakan sebuah obligasi untuk pelestarian lingkungan dan mendukung kepariwisataan di Badung dan Bali umumnya. Dijelaskan, Pemkab Badung sangat mendukung lomba lingkungan bersih dan sehat ini, karena dinilai sangat penting dan strategis sebagai sarana untuk terus menjaga dan memelihara lingkungan yang sehat sehingga dapat diwariskan kepada anak cucu yang akan datang. "Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan obligasi dalam mewujudkan masyarakat Badung yang sehat. Masyarakat yang sehat adalah obligasi pula dalam mewujudkan masyarakat badung yang cerdas dan cakap menuju masyarakat yang sejahtera, shanti dan jagadhita," ungkapnya. Sekda Kompyang Swandika menekankan, Pemkab Badung telah memiliki komitmen kuat bahwa Badung melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan dan budaya daerah. Hal ini sejalan dengan salah satu dari program pokok PKK. "Ada program inovatif Pemerintah yang sejalan dengan program PKK seperti Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta  program Gelatik. Untuk mewujudkan LBS di Badung, setiap desa telah mengangkat 5 orang tenaga kebersihan. Selain itu dalam menunjang pembangunan di desa, melalui dana APBD Badung telah dialokasikan ke desa dan tahun ini masing-masing desa di Badung mendapat alokasi dana berkisar Rp. 3,5 M hingga Rp.5,5 M," jelasnya.
 
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Desa Baha Si Luh Ketut Alit Astuti mengatakan, jumlah kader PKK desa Baha 409 orang dengan kader kelestarian lingkungan berjumlah 127 orang. Untuk mengatasi masalah lingkungan khususnya di Desa Baha, berbagai program telah dilaksanakan TP PKK Baha seperti membentuk tim pelaksana LBS serta mengadakan penyuluhan tentang SPAL. Disamping itu membuat program inovatif seperti deklarasi bahwa masyarakat desa Baha tidak membuang air besar sembarangan, mengarahkan masyarakat untuk melakukan pemisahan sampah organik dan anorganik, sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan sampah plastik dijual kepada pihak ketiga melalui Dinas DKP. Upaya ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan program Gelatik di desa Baha sejak tahun 2011 lalu.