Musrenbang Kecamatan Petang

  • 2014-02-12 11:08:00
  • Admin
  • 208 Pengunjung
Musrenbang Kecamatan Petang
Menurut suambara, dengan menyadari potensi wilayah petang juga memiliki fungsi konservasi pertanian dalam arti luas serta UKM maka model pembangunan di kecamatan petang harus disesuaikan dengan potensi wilayahnya sehingga tidak dapat meniru model yang dikembangkan diwilayah lain, seperti yang ada diwilayah Badung selatan. Disamping itu  Kecamatan Petang memiliki potensi  yang paling lengkap di Badung, karena dikembangkannya Petang  sebagai desa wisata. Dengan potensi yang dimiliki diharapkan masyarakat bisa mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada sehingga bisa memperkuat taraf perekonomian masyarakat, dan hasilnya bisa dinikamti oleh masyarakat setempat. “secara prinsip sepanjang ada kemauan yang sungguh-sungguh serta keseriusan  masyarakat untuk mengelola sebuah potensi yang memberi manfaat ekonomi, maka Pemerintah Kab Badung berkomitmen untuk mendanai kegiatan tersebut” ucapnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Suambara mengajak camat dan perbekel untuk benar-benar menggerakkan partisipasi masyarakat petang. Terlebih desa kini mengelola anggaran yang besar, Masyarakat harus menjadi pelaku langsung atas potensi ekonomi yang ada, jangan hanya sekedar menjadi konsumen. Pola pikir itu dilaksanakan disemua sektor, mengingat hampir semua sektor ekonomi ternyata  ditekuni warga pendatang, karena mereka memang bersedia bekerja keras dan jeli melihat peluang. Sebagai contoh canang pun sudah dibuat oleh warga pendatang sehingga masalah utamanya mengubah pola pikir bersama.
 
Sementara itu Camat Petang Gusti Putu Ariawan melaporkan dalam musrenbang kecamatan Petang ini, berhasil menghimpun  16 program dengan 458 keagiatan dengan nilai total Rp. 149,3 milyar lebih. Adapun  perinciannya, kelompok ekonomi 45 usulan kegiatan  dengan nialai Rp. 8,6 milyar lebih. Kelompok Prasarana wilayah  322 usulan dengan nilai Rp. 134,8 milyar lebih. Kelompok social budaya 40 usulan kegiatan dengan nilai Rp. 2,9 milyar lebih, sementara Kelompok umum 51 usulan kegiatan dengan nilai Rp. 11,5 milyar lebih.