Masuk Nominasi 7 Besar Nasional

  • 2013-09-23 09:49:00
  • Admin
  • 254 Pengunjung
Masuk Nominasi 7 Besar Nasional
Sekda Badung Kompyang R. Swandika menyampaikan bahwa, kebijakan Pemkab Badung bersama DPRD Badun memiliki komitmen kuat dalam menjaga pembangunan di sektor periwisata dan sektor pertanian dalam arti luas khususnya pengembangan ternak ayam buras. Dari komitmen bersama tersebut dapat dibuktikan kalau di Badung saat ini telah berkembang sebanyak 12 kelompok tani ternak ayam buras dan populasi terbesar ada di Desa Taman.
 
Selain itu Pemkab tidak pernah berhenti melakukan pembinaan melalui dinas terkait disamping pemberian bantuan penguatan modal yang bertujuan mendorong aktivitas tani ternak sehingga populasinya selalu meningkat dan pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.     Ketua Tim Penilai Nasional Wignyo Sadwoko mengatakan bahwa penilaian ini merupakan suatu sarana untuk mengetahui bagaimana penerapan tata cara beternak ayam buras yang baik dan mampukah dari beternak tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga kelompok.  "Disini kami akan melihat bagaimana proses budidaya ayam buras mulai dari aspek agribisnis hulu, budidaya, hilir dan kelembagaannya," jelasnya. Ditambahkan, selain memberikan apresiasi kepada kelompok tani ternak, pemerintah pusat juga memberi apresiasi kepada petugas bidang peternakan sebagai ujung tombak di lapangan.
 
Ketua Kelompok Gunung Mekar I Wayan Susun melaporkan, pemilihan komoditi ayam buras karena didukung oleh letak wilayah banjar Gunung yang cukup strategis dengan arus transportasi yang lancar. Disamping itu kebutuhan masyarakat akan ayam buras begitu banyak. Kelompok Gunung Mekar berdiri 24 Januari 2008, sampai kini anggota kelompok berjumlah 37 orang. Kelompok yang telah dikukuhkan menjadi Kelas Utama ini memiliki populasi ayam buras mencapai 29.852 ekor dengan rata-rata pemilikan ternak per anggota 904 ekor. "Kelompok kami juga menjalin kemitraan dengan Koperasi Gunung Mekar Mandiri Br. Gunung yang bergerak didalam penjualan ayam buras dan kebutuhan pakan ternak," jelasnya.
 
Kegiatan kelompok meliputi; aspek usaha agribisnis hulu, budidaya, agribisnis hilir dan kelembagaan. Semua kegiatan yang telah dilaksanakan  mendapat perhatian dari pemerintah daerah melalui instansi terkait yang sering memberi pembinaan. Seperti pelatihan penanganan limbah/kotoran ayam + EM 4 menjadi pupuk organik, penetasan telur dengan mesin tetas serta pelatihan pengolahan pasca panen dengan membuat telur asin, betutu ayam serta kerupuk daging ayam.