Kapal Surya Kencana Karam di Perairan Patrajasa, Kuta Kabupaten Badung

  • 2013-05-13 11:05:00
  • Oleh: badungkab
  • Dibaca: - Pengunjung
Kapal Surya Kencana Karam di Perairan Patrajasa, Kuta  Kabupaten Badung

Masyarakat yang berada di lokasi secepatnya melaporkan kepada pihak berwenang dan dilanjutkan ke BPBD. BPBD langsung melakukan kroscek  melalui alat komunikasi yang ada serta menurunkan TRC (Tim Reaksi Cepat) ke lokasi karamnya kapal untuk melakukan assessment. Dari Hasil assessment di lapangan dilakukan analisa data dan menyusun Rencanna Operasi  (Renop). Dari Renop tersebut BPBD mendirikan posko lapangan sambil mengerahkan seluruh elemen TRC untuk membantu evakuasi dan penyelamatan korban di air dengan difasilitasi Basrnas. Demikian rencana simulasi yang dilaksanakan oleh Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Badung.

Simulasi tersebut dilaksanakan di perairan sekitar hotel Patrajasa, Rabu (1/5) dengan melibatkan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung, Tagana, Balawista, PMI Badung, dan unsure dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Satuan Pamong Praja, Dinas Perhubungan, informasi dan telematika Badung, Badan Kesbangpollinmas, Kecamatan se-Kabupaten Badung, dengan instruktur pelatih dari unsur Forum pengurangan Resiko Bencana Prov. Bali, PMI Bali, Korem 163 WiraSatya, BMKG Bali, Badan Sar Denpasar serta dari Yayasan IDEP.

Ketua Panitia Pelaksanaan Pelatihan dan Simulasi I Wayan Netra, disela-sela kegiatan mengatakan tujuan dari simulasi dan pelatihan ini, untuk memberikan pengetahuan dan skill olah tempat Kejadian Perkara (TKP) kepada TRC apabila terjadi bencana, baik didarat maupun di perairan. Tupoksi TRC adalah melakukan assessment atau kaji cepat terhadap bencana yang terjadi dimana hasil kaji cepat akan dilaporkan kepada pimpinan dalam hal ini kepada Bupati Badung yang akan menyatakan terjadi Fase Tanggap darurat. Pada Fase Tanggap darurat akan dilaksanakan tindakan evakuasi atau penyelamatan korban. Lebih lanjut I Wayan Netra mengatakan akan melaksanakan kegiatan seperti pelatihan dan simulasi, studi banding secara periodic agar pengetahuan dan kemampuan anggota TRC dapat terus meningkat, siap dan tanggap serta dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang mengalami bencana.

Sementara Sekretaris BPBD Badung Sang Ayu Made Putri Suarmini mengungkapkan, sebelum melakukan simulasi dan pelatihan, BPBD Kabupaten Badung sudah melengkapi diri dengan dokumen rencana kontijensi. Dalam dokumen rencana kontijensi tersebut tersurat siapa berbuat apa, sehingga jika terjadi bencana,  dalam fase tanggap darurat semua elemen dilapangan benar-benar sudah terkoordinasi dalam 1 komando.