Informasi › Berita
-
FPRB Tanjung Benoa Raih Resiliensi Bali Nugraha 2026, Kesadaran Bencana Masih Jadi PR
I NYOMAN GEDE ARDI YANA PUTRA, S.KOM
Rabu, 7 Oktober 2026 14:25 WITA | 53 kali dibaca
Foto : Fprb Tanjung Benoa Raih Resiliensi Bali Nugraha 2026, Kesadaran Bencana Masih Jadi Pr Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tanjung Benoa,Kuta Selatan, Badung, meraih Resiliensi Bali Nugraha 2026. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi FPRB membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Penghargaan diserahkan oleh BPBD Provinsi Bali dalam rangka Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 di Kantor BPBD Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (7/10/2026).
Ketua FPRB Tanjung Benoa, Dr. I Wayan Deddy Sumantra, mengatakan penghargaan tersebut tidak lepas dari berbagai kegiatan dan inovasi yang dilakukan bersama masyarakat. FPRB Tanjung Benoa juga aktif mengikuti kegiatan pengurangan risiko bencana di tingkat lokal, nasional hingga global.
“FPRB Tanjung Benoa selalu aktif dan terus berinovasi membangun ketangguhan bersama masyarakat,” katanya.
Meski mendapat apresiasi, FPRB Tanjung Benoa masih memiliki pekerjaan besar. Tantangannya adalah memastikan kesadaran terhadap bencana tidak berhenti pada pengetahuan atau kegiatan sesaat, tetapi tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat.
“PR terbesar adalah membangun budaya sadar bencana secara berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, FPRB Tanjung Benoa mengembangkan Wisata Edukasi Mitigasi Bencana berbasis budaya dan kearifan lokal. Pendekatan ini menjadi salah satu inovasi untuk mengenalkan mitigasi bencana dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat edukasi bagi generasi muda.
“Salah satu solusi yang kami bangun adalah inovasi kesadaran melalui wisata edukasi mitigasi bencana berbasis budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
FPRB Tanjung Benoa juga terus menjaga komitmen terhadap pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO. FPRB menargetkan pembaruan pengakuan tersebut hingga 2030. Selain itu, inovasi Ganasita (Gana Sidhi Tanjung Benoa) turut dikembangkan untuk memperkuat ketangguhan masyarakat.
Di sisi infrastruktur, FPRB masih mendorong pembangunan shelter tsunami di atas lahan seluas 26 are yang telah dihibahkan Pemerintah Provinsi Bali di kawasan Pasar Desa Tanjung Benoa.
"Shelter tersebut diharapkan memperkuat kesiapan evakuasi masyarakat di kawasan pesisir Tanjung Benoa yang memiliki aktivitas masyarakat dan pariwisata cukup tinggi",ungkapnya.
Dengan Resiliensi Bali Nugraha 2026 yang telah diraih, FPRB Tanjung Benoa kini menghadapi tantangan untuk menjaga ketangguhan yang sudah dibangun. Edukasi berkelanjutan, pelibatan generasi muda, inovasi berbasis budaya, serta penguatan fasilitas evakuasi menjadi bagian dari pekerjaan berikutnya.
Bagikan
FPRB Tanjung Benoa Raih Resiliensi Bali Nugraha 20...
- 1 jam yang lalu
Asyik Membaca Sambil Nongkrong, Badung Bakal Punya...
- 4 jam yang lalu
Hadapi Keluhan Masyarakat 24 Jam, Operator 112 dan...
- 6 jam yang lalu
Dishub Badung Perluas Penerangan, 2.365 Lampu Jala...
- 1 hari yang lalu
Puskesmas Mengwi 1 Badung Jemput Bola Rawat Pasien...
- 2 hari yang lalu
-
PENGUMUMAN TENTANG PEMBERITAHUAN MEMPELAJARI BERKAS BANDING (INZAGE)
1 minggu yang lalu -
PENGUMUMAN TENTANG PEMBERITAHUAN MEMORI BANDING ELEKTRONIK
1 minggu yang lalu -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA




