Kecamatan Kuta Selatan Gencar Memeriksa Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata Tak Berizin

  • 09 September 2019
  • Dibaca: 73 Pengunjung
Kecamatan Kuta Selatan Gencar Memeriksa Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata Tak Berizin

Kuta Selatan - (Senin, 26 Agustus 2019) Dalam rangka Pendataan dan Pembinaan terhadap Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata di Kabupaten Badung yang dilaksanakan selama dua hari mulai dari hari Senin, 26 Agustus 2019 di wilayah Kecamatan Kuta Selatan. Kegiatan tersbeut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui OPD terkait diantaranya SatPolPP Kabupaten Badung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Badung, Bapenda/ Pasedahan Agung Kabupaten Badung, Bagian Hukum dan HAM, Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, dan Kecamatan Kuta Selatan.

Pendataan dan Pembinaan terhadap Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata pada hari Senin, 26 Agustus 2019 dengan sasaran yang dicari adalah Villa, Penginapan/Homestay, dan hotel dengan yang tidak memiliki izin beroperasi. Menindak lanjuti banyaknya laporan-laporan dari warga termasuk juga turis asing terkait dengan banyaknya kecurangan yang dilakukan oleh Money Changer dalam penukaran valuta asing, maka pada hari Selasa, 27 Agustus 2019 bersama dengan Bank Indonesia, Gabungan Pol PP dan Staf Trantib dengan dipimpin oleh Camat Kuta Selatan, I Made Widiana, melakukan pemeriksaan ke lapangan dengan sasaran yang dicari adalah Usaha Penukaran Valuta Asing (Money Changer) yang ada di Kuta Selatan.  Dua hari melaksanakan pemeriksaan ke lapangan, pada Kamis, 29 Agustus 2019, seluruh Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata yang tidak dapat menunjukkan izinnya dipanggil untuk berkumpul di Kantor Camat Kuta Selatan. Setelah dilakukan perekapan, Sat Pol PP Kabupaten Badung menemukan 66 data dari hasil pengechekan yang dilakukan. Namun, yang hadir hanya 54  pelanggar, dari 54 pelanggar tersebut hanya 11 diantaranya memiliki dokumen serta persyaratan yang lengkap, sedangkan 43 sisanya tidak lengkap. Pembinaan ini dapat dikatakan belum maksimal karena masih ada 12 pelanggar yang tidak hadir.

I Made Widiana, selaku Camat Kuta selatan, sangat berharap agar seluruh Usaha Jasa Akomodasi Pariwisata serta Money Changer yang merupakan salah satu unsur dibidang Pariwisata khususnya di Kuta Selatan, mampu menunjukan integritasnya demi terciptanya lingkungan kepariwisataan yang harmonis, aman, tentram, dan nyaman. Mengingat kita sebagai Kecamatan yang hampir sepenuhnya bertumpu pada sektor pariwisata, hendaknya kita sadari bersama bahwa integritas itu merupakan jiwa dari kepariwisataan itu sendiri selain daya tarik dari suatu daerah. Ketika kita sudah mampu menjaga integritas itu, maka para turis akan selalu merasa nyaman, aman, dan bahkan akan terus berniat kembali untuk berwisata ke Kuta Selatan.

  • 09 September 2019
  • Dibaca: 73 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita