DAYA TARIK WISATA

  • Dibaca: 2979 Pengunjung

Kabupaten Badung merupakan salah satu diantara destinasi pariwisata di Provinsi Bali yang paling diminati oleh investor. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya fasilitas pariwisata khususnya hotel dan restoran yang ada di wilayah ini terutama di kawasan Badung Selatan. Sampai saat ini dapat kita melihat bahwa potensi pendapatan utama di Kabupaten Badung adalah  bersumber dari Pendapatan Hotel dan Restoran (PHR). Hal tersebut  harus terus dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan. Peningkatan PHR dapat dilakukan dengan pengembangan potensi kepariwisataan baru yang sangat ditentukan oleh daya tarik  wisatanya.

Pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Badung selama ini dapat berpotensi terjadinya kejenuhan. Untuk mengantisipasi terjadinya kejenuhan tersebut kedepannya perlu dipikirkan untuk melakukan pengembangan potensi kepariwisataan baru yang peka terhadap kebutuhan pasar pariwisata dengan memperhatikan prinsip 5 M (Man, Money, Machine, Material, Methode). Pengambangan potensi pariwisata baru tersebut harus sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Badung yang ke 9 yakni : “Memperkuat pembangunan bidang pertanian, perikanan dan kelautan yang bersinergi dengan kepariwisataan berbasis budaya”, dengan mengedepankan aspek Uniqness and Differential dan mengemas daya tarik wisata dengan promosi yang kreatif. Potensi kepariwisataan baru yang dapat dikembangkan di Kabupaten Badung dapat berupa daya tarik wisata Natural, Wild, and Man Made (buatan).

Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan bahwa daya tarik wisata bisa dijelaskan sebagai segala sesuatu yang mempunyai keunikan, kemudahan, dan nilai yang berwujud keanekaragaman, kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan para wisatawan.Sedangkan dalam undang-undang nomor 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan disebutkan bahwa daya tarik wisata adalah suatu yang menjadi sasaran wisata, yang terdiri dari beberapa hal, yaitu :

(1) daya tarik wisataciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang terdiri dari keadaan alam, flora dan fauna;

(2) daya tarik wisatahasil karya manusia yang terdiri dari museum, peninggalan sejarah, seni dan budaya, wisata agro, wisata buru, wisata petualangan alam, taman rekreasi, dan kompleks hiburan; dan

(3) daya tarik wisata minat khusus, merupakan suatu hal yang menjadi daya tarik sesuai dengan minat dari wisatawannya seperti berburu, mendaki gunung, menyusuri gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat ziarah dan lain-lainnya.

Sampai saat ini daya tarik wisata yang dikembangkan di Kabupaten Badung sebanyak 36 lokasi, yang mana sebanyak 33 daya tarik wisata  ditetapkan berdasarkan  Peraturan Bupati Badung No. 7 tahun 2005 dan 3 daya tarik wisata berdasarkan Peraturan Bupati Badung No.43 Tahun 2014. Dengan demikian untuk ke depan dalam rangka pengembangan potensi pariwisata baru di wilayah ini dilakukan di luar lokasi yang sudah ditetapkan tersebut. Pengembangan  destinasi pariwisata (destination) ditentukan oleh : daya tarik wisatayg menarik dan unik, data mengenai sumberdaya alam di sekitarnya untuk pengembangan prasarana (aksesibilitas), kebutuhan hidup sehari-hari para wisatawan, dan fasilitas lain (bank, pos, telepon dsb.). Untuk mengetahui potensi wisata di suatu daerah maka faktor-faktor setempat yang mempengaruhi berbagai kemungkinan daya tarik wisatadan fasilitas-fasilitas penunjangnya perlu dilakukan identifikasi.Identifikasidaya tarik wisatadilakukan terhadapjenis dan potensi daya tarik wisatayg ada dan perkiraan daya tariknya untuk masing-masing daya tarik wisatabaru yang kemungkinan dapat dikembangkan.

  • Dibaca: 2979 Pengunjung