Situs Terkait

No. Nama Deskripsi
1 Sepuluh Hewan Langka Pulau Kalimantan Ini Terancam Punah.

Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia yang berada di negara Indonesia. Kalimantan memiliki hutan yang lebat, habitat dari hewan-hewan langka yang kini terancam punah akibat maraknya aksi penebangan pohon, pembakaran hutan, perburuan liar dan lain sebagainya.

2 Kerusakan Terumbu Karang di Indonesia Dipicu Dampak Perubahan Iklim?

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengonfirmasi tentang kerusakan terumbu karang di perairan Indonesia selama ini. Selain karena faktor perubahan iklim, kerusakan terumbu karang terjadi karena di Indonesia berlangsung aktivitas penangkapan ikan dengan cara merusak (destruktif). Perilaku tersebut, mengakibatkan terumbu karang mengalami kerusakan dengan sangat cepat.

3 PERMASALAHAN KERUSAKAN EKOSISTEM LAUT

Laut memberikan banyak manfaat, di sisi lain manusia juga memberlakukannya sebagai tempat pembuangan ‘sampah’. Kenyataan ini jelas menunjukkan paradox bagi warga negara Indonesia. Perlu di ketahui bahwa kerusakan ekosistem laut kita saat ini berada di zona merah. Hal ini tentu sangat membahayakan ekosistem laut kita. Seperti yang kita ketahui hutan mangrove sangat membantu dalam pemeliharaan laut. Hutan mangrove berguna untuk penghalang atau disebut juga dengan barier masuknya air laut ke daratan.  Hutan mangrove juga bermanfaat untuk penyerap gas karbondioksida terbaik yang bisa mencegah pemanasan global terjadi. Penyebab dari kerusakan yang terjadi pada hutan mangrove ini adalah karena lahan atau hutan mangrove ini beralih fungsi menjadi perumahan, pertambakan, dan juga dijadikan sebagai tempa rekreasi. Selain hal tersebut, kerusakan ekosistem laut ini juga disebabkan oleh pencemaran limbah oleh industry.

4 Bali Barat Dalam Ancaman, 109 Hektare Hutan Mulai Kritis Karena Iniā€¦

Setiap banjir terjadi di wilayah Jembrana, kawasan hutan yang berada di wilayah utara Jembrana selalu menjadi kambing hitam karena kondisinya yang kritis.

5 Menteri LHK Bahas Isu Tambang dan Sampah Plastik Bersama DPR

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar rapat kerja dengan Komisi VII DPR membahas persoalan bekas lahan tambang serta penanggulangan sampah plastik dan isu-isu lingkungan.

6 Upaya Pemulihan Sungai Gangga di India yang Sudah Sangat Tercemar

Setengah tahun yang lalu, seorang laki-laki menempuh perjalanan 5778 mil untuk menyuarakan peringatan tentang sungai ‘paling sakit’ di India.

Saluran air di negara tersebut memang sudah menarik perhatian media selama beberapa waktu. Gangga, salah satu sungai paling suci di dunia, juga memiliki julukan sebagai sungai terkotor. Sampah, air selokan, bahkan mayat manusia, mencemari lebih dari setengah wilayah sungai ini. Menyebabkan krisis air dan kebersihan.

Oleh karena itu, harus ada organisasi yang melakukan aksi. Jaggi Vasudev, dikenal dengan nama Sadhguru, merupakan ahli yoga terkenal yang mendirikan Isha Foundation. Itu merupakan organisasi spiritual yang terbentuk pada 1992.Setengah tahun yang lalu, seorang laki-laki menempuh perjalanan 5778 mil untuk menyuarakan peringatan tentang sungai ‘paling sakit’ di India.

 

Saluran air di negara tersebut memang sudah menarik perhatian media selama beberapa waktu. Gangga, salah satu sungai paling suci di dunia, juga memiliki julukan sebagai sungai terkotor. Sampah, air selokan, bahkan mayat manusia, mencemari lebih dari setengah wilayah sungai ini. Menyebabkan krisis air dan kebersihan.

Oleh karena itu, harus ada organisasi yang melakukan aksi. Jaggi Vasudev, dikenal dengan nama Sadhguru, merupakan ahli yoga terkenal yang mendirikan Isha Foundation. Itu merupakan organisasi spiritual yang terbentuk pada 1992.

(Baca juga: Dari Kelebihan Hingga Kekurangan, Ini Alasan Mengapa Krisis Air Terjadi)

Di 2017, Sadhguru ingin banyak orang memberikan perhatian lebih pada sungai yang mengalami pencemaran parah itu. Ia lalu meluncurkan kampanye untuk merevitalisasi saluran air di seluruh India.

Dalam misi panjang bernama Rally for Rivers, Sadhguru mengumpulkan para pendukung untuk bergabung dengannya melintasi 16 negara dan menyelenggarakan 146 acara publik di India.

Sadhguru membangkitkan dukungan dari pemerintah, media, selebritis, dan berbagai perusahaan sehingga berhasil menyatukan 160 juta orang untuk menyerukan keprihatinan terhadap kondisi negara tersebut.

Puncaknya, pada 2 Oktober 2017 di Delhi, Sadhguru mengusulkan kebijakan revitalisasi resmi kepada Perdana Menteri dan Kementerian Lingkungan Hidup India.

Menanam pohon                      

Setelah ramai kampanye, Isha Foundation mengusulkan untuk menanam pohon yang membentang di kedua sisi sungai Gangga. Sadhguru mengatakan, ini merupakan cara termudah untuk merevitalisasi saluran air.

Setengah tahun yang lalu, seorang laki-laki menempuh perjalanan 5778 mil untuk menyuarakan peringatan tentang sungai ‘paling sakit’ di India.

Saluran air di negara tersebut memang sudah menarik perhatian media selama beberapa waktu. Gangga, salah satu sungai paling suci di dunia, juga memiliki julukan sebagai sungai terkotor. Sampah, air selokan, bahkan mayat manusia, mencemari lebih dari setengah wilayah sungai ini. Menyebabkan krisis air dan kebersihan.

Oleh karena itu, harus ada organisasi yang melakukan aksi. Jaggi Vasudev, dikenal dengan nama Sadhguru, merupakan ahli yoga terkenal yang mendirikan Isha Foundation. Itu merupakan organisasi spiritual yang terbentuk pada 1992.

(Baca juga: Dari Kelebihan Hingga Kekurangan, Ini Alasan Mengapa Krisis Air Terjadi)

Di 2017, Sadhguru ingin banyak orang memberikan perhatian lebih pada sungai yang mengalami pencemaran parah itu. Ia lalu meluncurkan kampanye untuk merevitalisasi saluran air di seluruh India.

Dalam misi panjang bernama Rally for Rivers, Sadhguru mengumpulkan para pendukung untuk bergabung dengannya melintasi 16 negara dan menyelenggarakan 146 acara publik di India.

Sadhguru membangkitkan dukungan dari pemerintah, media, selebritis, dan berbagai perusahaan sehingga berhasil menyatukan 160 juta orang untuk menyerukan keprihatinan terhadap kondisi negara tersebut.

Puncaknya, pada 2 Oktober 2017 di Delhi, Sadhguru mengusulkan kebijakan revitalisasi resmi kepada Perdana Menteri dan Kementerian Lingkungan Hidup India.

Menanam pohon                      

Setelah ramai kampanye, Isha Foundation mengusulkan untuk menanam pohon yang membentang di kedua sisi sungai Gangga. Sadhguru mengatakan, ini merupakan cara termudah untuk merevitalisasi saluran air.

7 Sungai Gangga Sekarat di antara Sampah, Limbah Pabrik, dan Mayat

Sungai Gangga adalah nadi kehidupan warga India. Namun sungai berjuluk "ibu" itu kian sekarat oleh sampah plastik, limbah pabrik, dan bahkan jenazah manusia. Setiap tahun, tak kurang dari 115.000 ton sampah plastik mengotori sungai itu. Padahal sungai yang mengalir dari Pegunungan Himalaya hingga ke Teluk Bengal itu menghidupi jutaan orang. Bukan hanya sampah, polusi limbah pabrik dan rumah tangga mempercepat kematian sungai suci itu. Sungai Gangga lahir dari curahan air gletser di Himalaya. Namun seiring mendekati laut, sungai sepanjang 2.620 kilometer itu mulai dicemari sampah dan limbah manusia. Sungai ini melewati 29 kota dengan populasi lebih dari 100.000 orang dan 23 kota lain yang berpopulasi di atas 50.000 penduduk. Tentu, Gangga memainkan peranan besar dalam ritual keagamaan Hindu dan sudah membumi sejak ratusan tahun silam. Umat Hindu meyakini Sungai Gangga sebagai titisan Tuhan yang mengalir dari surga buat membersihkan Bumi. Maka membasuh diri dengan menggunakan air Sungai Gangga diyakini akan menyucikan manusia dari semua dosa. Tidak heran jika setiap hari ribuan peziarah menyemuti bantaran sungai ini untuk mandi dan berdoa. Bantaran Sungai Gangga juga digunakan umat Hindu sebagai tempat kremasi atau pembakaran jenazah. Tradisi itu dipercaya akan membebaskan manusia dari lingkaran hidup dan mati itu setiap tahun menghasilkan upacara pembakaran 32.000 jenazah. Hasilnya, ada ratusan ton potongan tubuh manusia di sungai itu.

 

8 Sedih, Indonesia Termasuk 10 Negara Paling Tercemar di Dunia Lho

Sungai Citarum, Jawa Barat, sempat disebut sebagai sungai paling tercemar di dunia pada 2013. Hingga  2017 lalu, pemerintah masih berusaha mengatasi permasalahan limbah di sungai tersebut.

Ada sekitar 2.000 pabrik yang membuang sampahnya ke Sungai Citarum, sehingga menyebabkan kondisi air seribu kali lipat lebih kotor dari air  minum biasa.

9 Lubang Resapan Biopori, Sederhana Tepat Guna

Lubang Resapan Biopori atau biasa disebut “lubang biopori” merupakan metode alternatif untuk meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah. Metode ini pertama kali dicetuskan oleh Dr. Kamir R. Brata, seorang peneliti seorang peneliti dan dosen di Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Lubang Resapan Biopori berupa sebuah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah. Lubang ini akan memicu munculnya biopori secara alami di dalam tanah.

Biopori sendiri adalah istilah untuk lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktifitas organisme yang terjadi di dalam tanah seperti oleh cacing, rayap, semut, dan perakaran tanaman. Biopori yang terbentuk akan terisi udara dan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah.

Prinsip kerja lubang peresapan biopori sangat sederhana. Lubang yang kita buat, kemudian diberi sampah organik yang akan memicu biota tanah seperti cacing dan semut dan akar tanaman untuk membuat rongga-rongga (lubang) di dalam tanah yang disebut biopori. Rongga-rongga (biopori) ini menjadi saluran bagi air untuk meresap kedalam tanah.

10 Mengurangi Dampak Pemanasan Global, Semua Bisa

Mengurangi dampak pemanasan global bisa dilakukan oleh setiap orang. Mengurangi dampak pemanasan global tidaklah harus memakai cara-cara yang ekstrem, rumit, dan mahal. Kita semua bisa ikut berperan memerangi pemanasan global dengan cara-cara yang sederhana dan murah.

Kunci utama dalam membatasi pemanasan global adalah dengan membatasi emisi karbondioksida (CO2) dan mencegah karbon dioksida (CO2) memasuki atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Sayangnya masih banyak manusia yang dengan sadar maupun tidak belum mampu menghindari berbagai aktifitas yang menjadi penyebab meningkatnya pemanasan global.

Sebagai contoh, seorang pekerja kantor belum mampu meninggalkan kendaraan pribadi yang berbahan bakar fosil lantaran masih mahal dan minimnya sumber tenaga alternatif yang ramah lingkungan. Ingin memanfaatkan moda angkutan umum, layanan yang tersedia jauh dari kelayakan. Pun seorang perokok yang belum mampu menghentikan hobinya.

Ingin ikut berperan mengurangi dampak pemanasan global, seumpama dengan menanam sebatang pohon Trembesi yang mampu menyerap CO2 hingga 28 ton pertahun terkendala pada realiata tempat tinggalnya yang hanya di sebuah rumah kontrakan yang tidak mempunyai halaman.

Namun membicarakan dampak pemanasan global tetaplah bukan pembicaraan yang tabu. Ikut andil dalam usaha mengurangi efek pemanasan global tetaplah bukan kegiatan yang mustahil.