Artikel Krisis Air Bersih Mulai Menyapa

  • Dibaca: 992 Pengunjung
Artikel Krisis Air Bersih Mulai Menyapa
Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia.
Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih dari hari ke hari atau yang terkenal dengan istilah krisis air. Krisis air adalah minimnya jumlah air yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di suatu wilayah.  Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Begitu peliknya masalah ini sehingga para ahli berpendapat bahwa pada suatu saat nanti, akan terjadi “pertarungan” untuk memperebutkan air bersih ini. Sama halnya dengan pertarungan untuk memperebutkan sumber energi minyak dan gas bumi.
 Faktor yang menyebabkan krisis air bersih adalah pembangunan gedung-gedung di kota besar banyak yang tidak mematuhi perbandingan lahan terpakai dan lahan terbuka, sehingga mengganggu proses penyerapan air hujan ke dalam tanah. Selain itu eksploitasi air tanah secara berlebihan yang dilakukan oleh gedung-gedung perkantoran, rumah sakit, pusat perbelanjaan, apartemen, pengusaha laundry, dan bangunan lainnya juga sangat berpengaruh akan terjadinya krisis air bersih.
Krisis air bersih menyebabkan sesuatu yang dinamakan kelangkaan. Tentunya, sesuatu yang langka untuk didapatkan akan bernilai lebih tinggi dan banyak orang yang memanfaatkan hal ini untuk memperoleh keuntungan diri sendiri. Kesulitan air bersih sangat berat dirasakan orang miskin sebab mereka tak punya cukup uang untuk membeli air bersih yang mahal hingga dengan terpaksa harus menggunakan air yang tercemar. Krisis air bersih yang terjadi memberikan dampak yang buruk bagi manusia. Salah satunya, menurunnya kualitas kesehatan banyak orang dengan timbulnya berbagai penyakit seperti diare dan cacingan. Krisis air bersih juga menyebabkan meningkanya angka kematian bayi, terganggunya ekosistem dan menurunnya kualitas hidup manusia.
Untuk mengatasi krisis air bersih adalah dengan penyelamatan sumber-sumber air yang harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui berbagai cara. Menggalakkan gerakan hemat air, menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree, konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai. Dan seharusnya dilakukan pembangunan tempat penampungan air hujan seperti waduk sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau. Mencegah krisis air seminimal mungkin dengan memanfaatkan air hujan yang terbuang ke laut dengan membuat sumur resapan air atau lubang resapan biopori. Cara lain untuk melindungi air bersih adalah dengan mengurangi pencemaran air baik oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan. Dan yang paling penting adalah dengan mencegah sungai atau danau menjadi tempat pembuangan sampah dan limbah.
Selain dengan beberapa cara di atas kita juga bisa melakukan cara yang sama seperti yang dilakukan Negara Jepang yaitu membuat teknologi penyulingan air laut yaitu dengan cara mengubah air laut menjdi air siap minum dengan menghilangkan garam dan zat-zat lain dengan cara reverse osmosis. Prinsipnya adalah memanfaatkan fenomena alam (osmosis). Yakni perpindahan air melalui membran yang hanya bisa dilewati air bersih, tetapi garam tidak dapat melewatinya, dibantu dengan meningkatkan tekanan.  Ilustrasinya adalah bagaimana pipa itu ditanam 14 meter di bawah permukaan laut agar instalasinya tidak menganggu ekosistem laut dan pelayaran di sekitar laut. Air yang masuk ke pipa sudah tersaring dengan alami oleh pasir dan batuan laut.
Cara-cara tersebut tidak akan mengatasi krisis air dengan baik jika tidak adanya kesadaran dari semua pihak. Oleh karena itu kesadaran manusia yang paling diharapkan, ikut menjaga kelestarian alam sekitar dan peduli lingkungan hidup. Itu sangatlah penting untuk menghasilkan kualitas sumber daya air yang layak minum, baik pada musim kemarau ataupun musim hujan.
  • Dibaca: 992 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya