Belajar dari Bank Sampah dan Pengolahan Sampah Beromzet Rp 4,5 Miliar

  • Dibaca: 326 Pengunjung
Belajar dari Bank Sampah dan Pengolahan Sampah Beromzet Rp 4,5 Miliar

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bertekad mengurangi jumlah sampah nasional melalui program bank sampah. Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, perkembangan program bank sampah di seluruh Indonesia meningkat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. "Pada tahun 2015, jumlah bank sampah di Indonesia sebanyak 1.172 unit dan tahun 2017 jumlah bank sampah di Indonesia mencapai 5.244 unit yang tersebar di 34 provinsi dan 219 kabupaten/kota di Indonesia," kata Vivien di Grand Mercure Kemayoran,

Vivien menjelaskan, program bank sampah adalah program yang mengajak masyarakat untuk memilah sampah organik dan non-organik untuk ditukarkan menggunakan uang pada bank-bank sampah yang telah tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Namun, ada juga bank sampah yang menerapkan penukaran sampah untuk pembayaran listrik, pembelian sembako, pembayaran biaya kesehatan, dan mendapatkan emas. "Program bank sampah itu bisa mengubah paradigma masyarakat untuk memaknai sampah sebagai sesuatu yang mempunyai nilai untuk dimanfaatkan kembali sekaligus mengurangi jumlah sampah nasional," kata Vivien.

 

  • Dibaca: 326 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya