Logo

Dinas Komunikasi dan Informatika


Baca Artikel

Smart City

Oleh : diskominfo | 21 Juni 2017 | Dibaca : 178 Pengunjung

1.        Latar Belakang SMART CITY

 

           Dengan pertumbuhan populasi yang terus menerus, akan semakin banyak orang yang pindah ke kota setiap hari.

           Dampak dari pertumbuhan populasi tersebut adalah trafik jalanan semakin padat, polusi semakin berat, lahan parkir menyempit, udara pengap, penggunaan energi listrik semakin besar dll.

           Dibutuhkan perawatan kota yang menyeluruh, disain kota pintar dimana kondisi dan produktivitas penduduknya tetap terjaga dengan baik.

           Pemakaian teknologi terpadu, seperti sensor ultra-low power, jaringan nirkabel, aplikasi berbasis web dan mobile, melahirkan konsep Smart City (Kota Pintar).

2.        Definisi

Smart City adalah sebuah konsep kota cerdas/pintar yang membantu masyarakat yang berada  di  dalamnya  dengan  mengelola  sumber  daya  yang  ada  dengan  efisien  dan memberikan   informasi   yang   tepat   kepada   masyarakat/lembaga   dalam   melakukan kegiatannya atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya. Smart  City  cenderung mengintegrasikan  informasi  di  dalam  kehidupan  masyarakat kota. Definisi   lainnya   Smart   City   didefinisikan   juga   sebagai   kota   yang   mampu menggunakan   SDM,   modal   sosial,   dan   infrastruktur   telekomunikasi   modern   untuk mewujudkan  pertumbuhan  ekonomi  berkelanjutan  dan  kualitas  kehidupan  yang  tinggi, dengan   manajemen   sumber   daya   yang   bijaksana   melalui   pemerintahan   berbasis partisipasi masyarakat mengungkapkan bahwa Smart City telah menjadi landmark dalam perencanaan kota. Smart  City  merupakan  hasil  dari  pengembangan  pengetahuan  yang  intensif  dan strategi kreatif dalam peningkatan kualitas sosial-ekonomi, ekologi, daya kompetitif kota. Kemunculan  Smart  City  merupakan  hasil  dari  gabungan  modal  sumberdaya  manusia (contohnya angkatan kerja terdidik), modal infrastruktur (contohnya fasilitas komunikasi yang berteknologi tinggi), modal sosial (contohnya jaringan komunitas yang terbuka) dan modal  entrepreuneurial  (contohnya  aktifitas  bisnis  kreatif).  Pemerintahan  yang  kuat  dan dapat  dipercaya  disertai  dengan  orang-orang  yang  kreatif  dan  berpikiran  terbuka  akan meningkatkan produktifitas lokal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu kota.

3.        Kriteria SMART CITY

a.         Smart Economy

b.        Smart People

c.         Smart Governance

d.        Smart Infastructure

e.         Smart Environment

f.         Smart Living

a.        Smart Economy

Pengembangan perekonomian kota yang cerdas dan berdaya saing, dengan mengintegrasikan kegiatan perekonomian yang produktif, kreatif dan inovatif, berbasis teknologi dan IT.

 

Strategi:

Mengembangkan pencitraan kota (city branding).

 

b.        Smart Governance

Pengembangan tata kelola pemerintahan yang cerdas dan kompetitif, inovatif, efisien, dan berbasis IT.

 

Strategi:

Membangun jaringan komunikasi pemerintah swasta dan negeri.

 

c.         Smart Infastructure

Pengembangan infrastruktur dalam upaya peningkatan efisiensi dan daya saing kota melalui pelayanan yang cepat dan tepat.

 

Strategi:

1.    Mengembangkan akses dan jaringan informasi berbasis teknologi secara luas.

2.    Mengembangkan sarana dan prasarana system pengelolaan transportasi berbasis ICT secara cepat.

d.        Smart Environment

Pengembangan lingkungan kota yang cerdasdan berdaya saing melalui pengelolaan sumber daya lingkungan kota berbasis teknologi.

 

Strategi:

1.Mengembangkan networking informasi perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan.

 

e.         Smart People

Pengembangan masyarakat kota yang pintar dan inovatif, kreatif, produktif, serta mampu memanfaatkan potensi keragaman sosial-budaya untuk membangun daya saing kota.

 

Strategi:

1.Mengembangkanpendidikandanpengembangansumberdaya

 

f.         Smart Living

Pengembangan hunian cerdas dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat kota berbasis informasi dan teknologi.

 

Strategi:

 

1.Meningkatkan kemudahan akses terhadap pelayanan pendidikan, informasi, dan pengetahuan.

4.        Teknologi yang terlibat

a.         Komunikasi Nirkabel

b.        Teknologi Informasi, algoritma, Estimasi dan Deteksi

c.         Pengenalan suara

d.        Pengolahan Citra

e.         Disain dan aplikasi sensor

f.         Jaringan Komputer

g.        Pemrosesan Paralel

h.        Sistim Operasi

i.          Teknik Optimasi

j.          Big Data

k.        Internet of Things

l.          dll.

5.        Karakteristik Aplikasi Berbasis Smart City

 

a.         Sensible

melakukan sensor

WSN , GIS.

b.        Connectable

 sensor terhubung ke aplikasi dan pengguna melalui jaringan komputer.

c.      Ubiquitous

dapat diakses kapanpun dan dimanapun , mobile

d.        Sociable

terhubung satu sama lain

social media,  social network

e.        Shareable

berbagi informasi ke jejaring.

f.         Visible/Augmented

informasi diakses secara fisik

Augmented reality

6.        Level Penerapan Aplikasi Smart City

a.         Level 0 --> masih kota biasa , ada potensi menjadi Smart City.

b.         Level 1 --> mulai menjadi Smart City --> tersedia internet secara menyeluruh.

c.         Level 2 --> setiap kota saling terhubung --> MAN (Metropolitan Area Network)

d.         Level 3 --> open information dan open data ( bertukar informasi / data ) antar kota secara online

e.         Level 4 --> tiap kota memiliki informasi penting tersendiri dan nilai penting didalamnya.

f.          Level 5 --> integrasi yang baik antar kota --> kombinasi dari level 2,3,4.

 

7.        Contoh Fasilitas Kota Berkonsep Smart City

Teknologi modern serta perencanaan kota yang ramah lingkungan telah menghasilkan sejumlah inovasi baru. Banyak kota besar di dunia berusaha meningkatkan keseimbangan secara berkelanjutan, yang akan menjadi daya tarik kota itu sendiri. Berbagai macam inovasi berkembang ke berbagai unsur layanan kota pintar. Berikut adalah contoh dari fasilitas kota dengan konsep “Smart City”.

a.         Perumahan dan Gedung Perkantoran

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam pengoperasian bangunan dan konstruksi, di beberapa kota telah dilakukan perbaikan pada infrastruktur serta sertifikasi bangunan untuk mengurangi penggunaan listrik dan air. Penggunaan “smart metering” dan “smart building” teknologi membantu memaksimalisasi kontrol penggunaan.Pengaturan kode etik dalam proses pembangunan, standarisasi dan sertifikasi adalah salah satu cara penting untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Banyak kota telah menjalankan program pengawasan kodeetik dan standar dalam proses pembangunan dan renovasi gedung.

 

b.        Pengelolaan sumber daya alam

Dalam hal pasokan dasar sumber daya alam, banyak kota yang bekerja keras untuk mengurangi intensitas karbon dari energi yang digunakan masyarakat serta meningkatkan efektifitas, efisiensi pasokan dan jaringan distribusi.Berbagai sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, angin, sampah, ombak, matahari, dan panas bumi akan menjadi sumber energi penting. Pada tahun 2010, lebih dari 100 negara telah menetapkan target untuk energi terbarukan, naik dari hanya 55 negara pada tahun 2005. Sampai tahun 2020 penggunaan energi terbarukan ditargetkan sekitar 15% hingga 25%, tetapi ada beberapanegara sudah melampaui target ini.

 

c.         Kesehatan dan keselamatan

Teknologi informasi dan telekomunikasi secara inovatif telah mengubah kemampuan kota untuk menyediakan.pelayanan kesehatan jarak jauh kepada masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di panti jompo dan daerah terpencil.Penerapan teknologi modern merupakan bagian terpenting dari proyek ini.Beberapa pasien dilengkapi dengan perangkat yang dapat mengukur tekanan darah dan glukosa darah secara otomatis, menggunakan sebuah televisi “set-top box” yang berfungsi sebagai computer yang mampu meng-upload hasil tes ke Service Center Telecare.Para perawat kemudian menganalisa hasil diagnosa tersebut dan merekomendasikan perawatan yang diperlukan.Salah satu manfaat dari program ini adalah bahwa pasien tidak harus meninggalkan tempat tinggalnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

 

d.        Pendidikan dan budaya

Model pelayanan pendidikan pada kota pintar (Smart City) baik negeri maupun swasta, diterapkan terutama menggunakan teknologi modern. Termasuk penyediaan fasilitas untuk kegiatan rekreasi dan kebudayaan seperti :musik, teater, olahraga dan kegiatan rekreasi lainnya. Tidak kalah pentingnya, pendidikan dalam konteks Kota Pintar (Smart City) adalah kebutuhan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan, dimana akan terjadi perubahan perilaku untuk menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan keseluruhan aspek keberlanjutan dan kesehatan lingkungan kota.

8.        Implementasi  SMART CITY di Indonesia

a.         E-Governmentdi Surabaya

b.        E-Budgeting

c.         Jakarta Smart City Website

d.        Command Centerdi Bandung

e.         E-Villagedi Banyuwangi

f.         Layanan Paspor Online oleh Dirjen Imigrasi

g.        E-PUPNS

h.        PPDB Online


Oleh : diskominfo | 21 Juni 2017 | Dibaca : 178 Pengunjung


Artikel Lainnya :

Lihat Arsip Artikel Lainnya :

 



Jajak Pendapat
Bagaimanakah Informasi yang tersaji pada Website diskominfo?
Statistik Pengunjung


000000

Pengunjung hari ini :
Total pengunjung :

Hits hari ini :
Total Hits :

Pengunjung Online: