Budidaya ikan sistem bioflok

  • 22 Mei 2018
  • Dibaca: 423 Pengunjung
Budidaya ikan sistem bioflok

MANGUPURA - Budidaya ikan lele dengan metode bioflok memiliki banyak keuntungan. Mulai dari tidak memerlukan lahan luas, serta lebih irit dalam pemberian makanan buatan, sistem ini juga dapat dikembangkan di pekarangan rumah.

Melirik potensi besar tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Bali, berencana mengembangkan budidaya ikan air tawar secara massal dengan metode bioflok pada Tahun 2018.

Program tersebut dilakukan karena sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk memasyarakatkan gerakan gemar makan ikan.

"Rencana metode budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini kami kembangkan Tahun 2018 secara masal," kata Kadis Perikanan Badung, Putu Oka Swadiana di Mangupura, Minggu (20/8/2017).

Selain itu, panen ikan lele dengan sistem bioflok lebih cepat dilakukan ketimbang penebaran ikan di kolam-kolam pada umumnya.

Sebagai contoh, jika budidaya ikan lele di kolam pada umumnya hanya bisa menampung 200 ekor per meter persegi. Namun dengan sistem bioflok ini dapat menampung 1.000 ekor ikan per meter perseginya.

Terkait pelaksanaan budidaya ikan lele secara massal tersebut, Dinas Perikanan Badung segera mengajukan permohonan bantuan anggaran ke pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan.

"Kami akan memotivasi para petani di Badung untuk membuat kelompok petani ikan lele yang berbadan hukum dari notaris," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perikanan Kabupaten Badung, Bali, juga memberikan pelatihan kepada 30 orang petani ikan lele di daerah setempat untuk menggalakkan budidaya lele dengan sistem bioflok.

"Setelah mengikuti pelatihan ini, Petani ikan dari Kecamatan Abiansemal dan Petang sudah mulai menerapkan budidaya dengan metode ini yang ke depannya akan menjadi sentera minapolitan budidaya," ujarnya.

Ia berharap, kepada petani ikan di daerahnya dapat terus membudidayakan ikan lele secara massal, sehingga dapat memperkecil pasokan ikan itu dari luar Pulau Bali seperti dari Pulau Jawa.

Selain itu, pihaknya juga akan kembali merintis budidaya minapadi atau budidaya ikan di saluran irigasi pertanian seperti budidaya ikan lele, mujair, nila dan kaper pada Tahun 2018.

sumber, ASN

  • 22 Mei 2018
  • Dibaca: 423 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita