Budidaya Ikan Patin

  • Dibaca: 761 Pengunjung
Budidaya Ikan Patin

Tips Pengelolaan Kolam Patin Terpal

Nah, bagaimana cara beternak ikan patin di kolam terpal? Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencapai hasil optimal.

Pertama adalah pemilihan tipe dari kolam terpal. Ada 4 tipe kolam yang masing-masing bisa dipilih sesuai anggaran dan pertimbangan lokasi. Keempat tipe tersebut antara lain adalah:

  • Kolam keseluruhan
  • Kolam tembok dilapisi terpal
  • Kolam tanah dilapisi terpal
  • Kolam terpal instan

Kedua adalah kesiapan alat-alat pendukung untuk kolam patin terpal. Anda harus menyiapkan beberapa perlengkapan seperti pompa air, blower, paralon (bisa diganti dengan selang), ember, penjaring untuk memanen benih (krakat/waring).

Berikutnya, kita akan membahas perihal teknik pembesaran dan pembibitan. Sebelum Anda akan menyebarkan benih, isilah kolam terpal dengan air pada ketinggian maksimal 20 cm. Hingga hari ke 5, tambahkan volume air secara bertahap. Setelah itu, sebarkan bibit sesuai dengan ukuran kolam. Sebagai contoh, sebarkan kira-kira 20 ribu pada kolam berukuran 2x1x0,5 meter untuk pembenihan awal.

Selama kira-kira hingga sebulan, benih-benih tersebut harus diberi pakan cacing sutra atau kutu air yang telah dibersihkan dalam air disinfektan. Sebenarnya, memelihara ikan patin sangatlah mudah, asalkan Anda rajin melakukan pengecekan dan pengontrolan di masa-masal awal pemeliharaan. Untuk memanen pun Anda tinggal menggunakan kantong plastik sebagai krakat.

Karakteristik Patin

Bisnis peternakan patin memang masih diandalkan oleh sebagian masyarakat. Jika Anda berminat, ada baiknya untuk mengetahui beberapa karakteristik penting dari ikan ini. Masyarakat awam biasa mengenali ikan ini sebagai lele atau catfish. Ikan ini bisa menyesuaikan setiap kandungan oksigen di dalam air tempat mereka hidup. Jadi, tak perlu repot mengganti atau mengalirkan dalam waktu berdekatan. Meski demikian, Anda masih perlu menguras dan mengisinya dengan air baru. Untuk penyesuaian suhu, ikan ini memang agak kesulitan untuk beradaptasi. Namun Anda bisa memastikan suhu sekitar 28 hingga 30 derajat celcius untuk masing-masing kolam. Oleh sebab itu, kadang-kadang cara teraman ialah dengan membangun kolam terpal di dalam ruangan.

Patin juga dikenal sebagai salah satu hewan nokturnal. Mereka selalu bersembunyi di lubang-lubang atau dasar air. Tak heran jika warna kolam cenderung gelap akan memudahkan mereka untuk hidup. Aslinya, ikan ini memang menetap di dasar air dan memakan binatang-binatang kecil di sekitarnya. Biasanya, patin akan keluar dari sarangnya di malam hari atau sinar matahari meredup. Nah, ada satu hal penting ketika Anda akan menyebarkan bibit-bibit di awal. Anda harus memperhatikan kondisi cuaca. Sangat tidak disarankan jika Anda berniat melakukan penyebaran benih pada pergantian musimm hujan atau kemarau. Sementara itu, bibit patin sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan cuaca dan mudah mati jika ada perubahan suhu mendadak.

Manfaat dan Keuntungan Lebih dari Ternak Patin

Bagaimana pun juga, budidaya patin memang kian diminati oleh masyarakat. Terbukti dengan banyaknya tambak yang dibangun dan dikelola secara mandiri. Lebih dari itu, pengembangan ternak patin akan sangat jauh dari risiko hama karena Anda bisa membangun kolam di dalam ruangan. Anda juga bisa memindahkan kolam ke lahan-lahan baru yang Anda anggap lebih potensial. Sebagai menu makanan, ikan ini memiliki rasa khas dan mengandung protein hampir 70 persen. Tentunya, akan ada banyak keuntungan finansial dan kesehatan jika Anda bisa mengelola ikan patin di kolam terpal dengan aman dan stabil.

  • Dibaca: 761 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya