Informasi › Berita
-
Wujud Bakti Leluhur dan Gotong Royong, Krama Banjar Adat Bukian Gelar Pitra Yadnya Massal
I NYOMAN GEDE ARDI YANA PUTRA, S.KOM
Kamis, 17 September 2026 09:39 WITA | 53 kali dibaca
Foto : Wujud Bakti Leluhur Dan Gotong Royong, Krama Banjar Adat Bukian Gelar Pitra Yadnya Massal PETANG — Krama Banjar Adat Bukian, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, melaksanakan upacara Pitra Yadnya (Atiwa-tiwa) secara massal di Bale Peyadnyan, Jaba Pura Dalem Banjar Adat Bukian. Rangkaian upacara meliputi Ngaben dan Nyekah Massal, Ngelangkir, Ngelunggah, serta Metatah/Mepandes Massal, Petang, Kamis (10/9/2026)
Pelaksanaan secara massal tersebut menjadi wujud bakti krama kepada leluhur sekaligus semangat gotong royong untuk meringankan beban biaya pelaksanaan upacara.
Rangkaian karya tersebut diikuti 19 sawa dalam upacara Ngaben, 21 peserta Nyekah, 13 peserta Metatah/Mepandes, lima peserta Ngelangkir, serta dua peserta Ngelunggah.
Kelian Banjar Adat Bukian sekaligus Pengarah, I Made Sukayasa, S.H., M.H., didampingi Kelian Desa Adat Bukian I Made Suardika dan Kelian Banjar Dinas Bukian I Wayan Debot, mengatakan pelaksanaan Pitra Yadnya merupakan bagian dari kewajiban umat Hindu dalam memberikan penghormatan dan bakti kepada leluhur.
“Dalam ajaran agama Hindu dan sastra agama, ketika manusia meninggal dunia, sudah sepatutnya keturunannya (sentana) melaksanakan upacara ngaben yang dilanjutkan dengan nyekah. Ini wujud sradha bakti kita kepada para leluhur agar unsur Panca Maha Bhuta dan Panca Tan Matra menyatu kembali kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar I Made Sukayasa.
Menurutnya, pelaksanaan secara massal dipilih karena kondisi ekonomi sebagian krama yang tergolong kurang mampu. Dengan bergotong royong, biaya dan kebutuhan upacara dapat ditanggung bersama sehingga tidak terlalu membebani masing-masing keluarga.
Semangat gotong royong juga terlihat dari dukungan krama melalui iuran peserta dan punia. Dukungan tersebut tidak hanya berupa dana sekitar Rp15 juta, tetapi juga dalam bentuk beras, kelapa, kain, air mineral, serta berbagai kebutuhan upacara lainnya.
I Made Sukayasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Bupati Badung beserta jajaran, atas dukungan terhadap pelaksanaan karya tersebut.
“Kondisi krama di banjar adat kami tergolong kurang mampu. Biaya upacara secara mandiri tentu sangat berat, sehingga kehadiran dan bantuan dari Bapak Bupati Badung sangat membantu meringankan beban krama. Kami berharap ke depan pelaksanaan program yadnya massal seperti ini terus menjadi perhatian dan prioritas pemerintah daerah,” ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan krama adat dapat terus terjalin, khususnya dalam mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang membutuhkan biaya cukup besar.
Dengan semangat menyama braya dan gotong royong, seluruh rangkaian Pitra Yadnya Massal Banjar Adat Bukian tersebut diharapkan dapat berjalan lancar serta menjadi bentuk nyata bakti krama kepada para leluhur.
Bagikan
Bupati Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung Ngupasaksi...
- 1 hari yang lalu
Karya di Pura Ibu Panti Bualu, Wabup Badung Apresi...
- 1 hari yang lalu
Optimis Target Pajak Tercapai Bupati Badung Sampa...
- 1 hari yang lalu
Bunda Anti Narkoba Badung Beri Arahan Tegas di SMP...
- 1 hari yang lalu
Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, DiskopUKMP Badung bersa...
- 2 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




