Informasi › Berita
  • Siapa Bilang Bertani Nggak Bisa Cuan? Buktinya Perempuan Muda Badung Ini Raup Omzet Ratusan Juta

    Admin Web Badung

    Minggu, 23 Agustus 2026 10:06 WITA | 38 kali dibaca

    Siapa Bilang Bertani Nggak Bisa Cuan? Buktinya Perempuan Muda Badung Ini Raup Omzet Ratusan Juta
    Foto : Siapa Bilang Bertani Nggak Bisa Cuan? Buktinya Perempuan Muda Badung Ini Raup Omzet Ratusan Juta

    Bagi sebagian orang, bertani mungkin masih identik dengan pekerjaan kotor, panas-panasan, dan penghasilan yang tidak menentu. Namun, Ni Nyoman Suci Tri Asih (27), perempuan muda asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali ini justru menemukan peluang besar dari dunia pertanian.

     

    Sejak 2023, Suci memilih menekuni budidaya cabai, buncis, dan timun. Dengan modal awal sekitar Rp10 juta, kerja keras dan kemauan untuk terus belajar membawanya meraih omzet hingga Rp400 juta pada 2025.

     

    Bagi Suci, pertanian menarik karena memberikan ruang untuk bekerja lebih mandiri. Ia juga melihat sektor ini memiliki potensi penghasilan yang besar jika ditekuni dengan serius.

     

    "Saya tipikal orang yang tidak suka diatur dalam melakukan pekerjaan. Berpotensi memberi hasil jutaan hingga ratusan juta. Semakin giat kita bekerja di bidang pertanian maka hasil bisa berpotensi berlipat ganda," kata Suci, Sabtu (22/8/2026).

     

    Untuk menjaga produktivitas tanamannya, Suci tidak berhenti belajar. Ia mendalami karakteristik tanaman, mengikuti perkembangan teknologi pertanian, serta mencari informasi terbaru mengenai pestisida yang belum resisten terhadap hama dan penyakit.

     

    "Cara mengembangkan hasil pertanian dengan terus belajar dan mengerti/mendalami karakteristik tanaman yang sedang kita tanam dan perkembangan teknologi terbaru. Serta mencari update perkembangan pestisida terbaru yang belum resisten terhadap hama dan penyakit bagi tanaman yang kita budidayakan," ujarnya.

     

    Hasil panennya kemudian dijual kepada pengepul di sekitar wilayahnya. Dari usaha tersebut, Suci terus mengembangkan pertaniannya hingga mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah.

     

    Namun, perjalanan Suci tidak selalu mudah. Keputusannya menjadi petani sempat dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya. Pertanian masih dianggap kurang menjanjikan dan identik dengan pekerjaan yang kotor serta dekat dengan tanah.

     

    Pandangan tersebut semakin kuat karena Suci bukan berasal dari latar belakang pendidikan pertanian dan merupakan seorang perempuan.

     

    "Tantangan pada saat memulai usaha pertanian kurangnya dukungan dari orang sekitar yang masih menganggap pertanian kurang menjanjikan dan pekerjaan yang identik dengan kotor dan tanah, apalagi saya basic pendidikan bukan orang pertanian dan perempuan. Yang membuat stigma orang lain sangat memandang kerdil pilihan yang saya buat untuk menjadi seorang petani," ungkapnya.

     

    Suci juga harus berani meninggalkan pekerjaan dengan penghasilan stabil untuk memilih dunia pertanian yang penuh risiko dan ketidakpastian.

     

    "Dan yang terakhir tentunya keluar dari penghasilan yang stabil pada saat masih bekerja di tempat orang lain dan memilih hal yang tidak pasti di bidang pertanian adalah pilihan yang berat bagi sebagian orang yang akan memulai hal baru," katanya.

     

    Kini, hasil yang diraih Suci menjadi bukti bahwa pertanian bisa menjadi pilihan usaha yang menjanjikan. Dari modal Rp10 juta, ia mampu mengembangkan usaha hingga meraup omzet ratusan juta dalam setahun.

     

    Bagi Suci, keberanian memilih jalan sendiri menjadi bagian penting dalam membangun masa depan.

     

    "Hidup adalah pilihan, salah memilih selamanya jadi budak korporat," pungkasnya.

     

    Kisah Suci menunjukkan bahwa bertani bukan hanya tentang bekerja di bawah terik matahari. Dengan kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang, sektor pertanian juga bisa menjadi ladang penghasilan bagi generasi muda, termasuk perempuan.


    Bagikan
Survei Icon

Bagaimana Pengalaman Anda?

Pendapat Anda sangat berarti bagi kami. Mari berpartisipasi dalam Survei Kepuasan Layanan Website Pemerintah untuk membantu meningkatkan kualitas pelayanan Pemerintah Kabupaten Badung.

TENTANG

Pemerintah Kabupaten Badung

Ini adalah website resmi Pemerintah Kabupaten Badung, Bali, Indonesia.

Alamat
Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

Media Sosial

KONTAK KAMI

  • Jl. Raya Sempidi, Mangupura, Badung, Bali.

  • diskominfo@badungkab.go.id

  • www.badungkab.go.id

FACEBOOK