Informasi › Berita
-
Perkuat Toleransi Nyepi dan Idul Fitri Bupati dan Wabup Hadiri Tawur Agung Kesanga di Puspem Badung
Admin Web Badung
Rabu, 25 Maret 2026 08:24 WITA | 130 kali dibaca
Foto : Perkuat Toleransi Nyepi Dan Idul Fitri Bupati Dan Wabup Hadiri Tawur Agung Kesanga Di Puspem Badung Pemerintah Kabupaten Badung memusatkan pelaksanaan upacara Tawur Agung Kesanga Tahun Saka 1948 di Catus Pata Bundaran Patung Somali, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Rabu (18/3). Upacara penyucian alam semesta ini menjadi momentum krusial bagi penguatan toleransi, mengingat rangkaian Hari Suci Nyepi tahun ini berdekatan dengan perayaan Idul Fitri.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, didampingi Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, memimpin langsung persembahyangan bersama tersebut. Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa Tawur Agung Kesanga bukan sekadar ritual rutin, melainkan ruang introspeksi (mulat sarira) untuk menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam (Bhuana Agung).
“Momentum Nyepi tahun ini sangat istimewa sekaligus menuntut kedewasaan kita dalam beragama. Karena waktunya beririsan dengan rangkaian Idul Fitri, termasuk malam takbiran, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan harmoni dan saling menghormati,” ujarnya.
Bupati menghimbau agar umat Muslim dapat melaksanakan takbiran secara khidmat di kediaman masing-masing atau tempat ibadah terdekat, sementara umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian dengan penuh ketenangan.
“Stabilitas sosial dan kerukunan adalah kunci agar Badung dan Bali tetap aman serta kondusif bagi semua,” tegas Adi Arnawa.
Sebagai simbol pesan spiritual kepada masyarakat, Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan tradisi nepak (memukul) kulkul di Bale Kulkul Pura Lingga Bhuwana. Pemukulan kulkul sebanyak sebelas kali tersebut merupakan simbol komunikasi tradisional yang bermakna ajakan kolektif bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan esensi Brata Penyepian secara disiplin dan bijaksana.
Sementara itu, Ketua PHDI Kabupaten Badung, I Gede Rudia Adiputra, menjelaskan bahwa rangkaian upacara mulai dari Melasti hingga Tawur Agung bertujuan menyeimbangkan energi alam secara Sekala (lahiriah) dan Niskala (batiniah).
“Catur Brata Penyepian hendaknya tidak dimaknai sebatas seremonial, melainkan menjadi praktik nyata dalam pengendalian diri dan penyucian pikiran. Setelah Nyepi, kita memasuki fase Ngembak Geni sebagai ruang rekonsiliasi sosial untuk saling memaafkan dan memperkuat nilai dharma,” jelasnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, Bendesa Adat, perwakilan MDA, Listibya, serta tokoh masyarakat setempat.
Bagikan
Bupati Terima Bantuan Tong Komposter Program TJSP ...
- 7 jam yang lalu
Wabup Bagus Alit Sucipta Dampingi Wagub Giri Prast...
- 7 jam yang lalu
Perkuat Pembinaan Keluarga di Era Digital TP. PKK...
- 7 jam yang lalu
Bupati Badung Buka Turnamen Bola Voli Porum Cup IV...
- 13 jam yang lalu
Bupati Tinjau Kesiapan Operasional RSUD Giri Asih ...
- 13 jam yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




