Informasi › Berita
-
Menikmati Rujak Batu-Batu Men Lelet di Tanjung Benoa, Kuliner Unik Dengan Cita Rasa Berbeda
Admin Web Badung
Senin, 30 Desember 2024 14:54 WITA | 2952 kali dibaca
Foto : Menikmati Rujak Batu-batu Men Lelet Di Tanjung Benoa, Kuliner Unik Dengan Cita Rasa Berbeda Rujak Batu-Batu adalah hidangan yang dapat ditemui di kawasan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung, Bali. Hidangan ini menawarkan cita rasa dengan sensasi berbeda dari hidangan rujak dari biasanya. Secara umum hidangan rujak menggunakan buah-buahan segar sebagai bahan utama, berbeda dengan rujak batu-batu yang bahan utamanya adalah daging kerang laut yang disiram dengan kuah bumbu cabai asam pedas.
Nama rujak batu-batu sendiri diangkat dari proses rumit dalam membelah cangkang kerang yang keras seperti batu. Sobat Badung dapat menjumpai hidangan ini di kawasan Tanjung Benoa, salah satunya yang terkenal adalah Warung milik Nyoman Nandri, atau lebih dikenal dengan nama Warung Men Lelet. Warung tersebut berlokasi di Banjar Tengah, Desa Tanjung Benoa, Badung, Bali.
Rujak batu-batu dihidangkan dengan mangkuk kecil yang berisi daging kerang rebus kenyal yang di siram dengan kuah asam pedas yang khas. Rujak ini terasa segar karena kuahnya dicampur sedikit cuka ditambah dengan irisan bawang putih halus yang semakin menggugah selera. Hidangan rujak batu-batu akan lebih sempurna dinikmati dengan segelas es gula yang menyegarkan.
Pemilik Warung, Nyoman Nandri (Men Lelet) menyatakan bahwa sehari dapat menghabiskan tiga kilogram daging kerang.
"Perhari saya menghabiskan 3 kilogram daging kerang untuk dijadikan rujak. Apabila saat hujan biasanya saya hanya menghabiskan dua kilogram saja, dikarenakan saat musim hujan sedikit pembeli yang datang," ungkap Men Lelet saat diwawancarai tim Media Publik Diskominfo Badung, pada Selasa (24/12/2024) di Warung Men Lelet, Tanjung Benoa, Badung.
"Biasanya pembeli ramai berdatangan pada pukul 16.30 Wita hingga 19.00 Wita. Pembeli tersebut kebanyakan masyarakat lokal dari Tanjung Benoa. Bahkan warung saya juga seringkali disinggahi masyarakat dari Denpasar, Legian, Kuta, Canggu hingga Ubud," imbuhnya.
Rujak batu-batu dijual dengan harga Rp 4000 per porsinya. Meski terbilang murah, tapi sensasi rasa yang ditawarkan sangat luar biasa dan patut dicoba. Selain rujak batu-batu, Warung Men Lelet juga menyajikan menu lain seperti, rujak boni, tipat cantok dan lain sebagainya.
Bagikan
Gelar Gerakan Pangan Murah, Diperpa Badung Tawarka...
- 15 jam yang lalu
Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih di Pura Pererepan...
- 19 jam yang lalu
Distribusikan 677 Tong Komposter CSR Bupati Badun...
- 20 jam yang lalu
Bupati Adi Arnawa Terima Dividen Bank BPD Bali...
- 1 hari yang lalu
Ketua GOW Badung Buka Pelatihan Garnish dan Fruit ...
- 1 hari yang lalu
-
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DEWAS PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 15:27 WITA -
PERSYARATAN, KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN TAHAPAN SELEKSI DIREKSI UMUM PERUSAHAAN UMUM DAERAH AIR MINUM TIRTA MANGUTAMA KABUPATEN BADUNG
Selasa, 20 Januari 2026 14:41 WITA -
Open Recruitment DEWAS Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:09 WITA -
Open Recruitment DIREKSI Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung
Kamis, 27 November 2025 13:02 WITA




