FKUB kabupaten Badung gelar doa bersama di Puja Mandala

  • 17 Mei 2018
  • Dibaca: 44 Pengunjung
FKUB kabupaten Badung gelar doa bersama di Puja Mandala
FKUB kabupaten Badung gelar doa bersama di Puja Mandala
Nyatakan tegas menolak dan kecam aksi kekerasan dan terorisme
 
 
MANGUPURA - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Badung bersama Pemkab Badung, Polri dan TNI, Rabu (16/5) menggelar doa bersama di kompleks peribadatan Puja Mandala Nusa Dua. Hal tersebut untuk mendoakan negara Indonesia, Bali dan Badung pada khususnya, untuk senantiasa diberikan keselamatan, kesejahteraan dan perlindungan dari tuhan yang maha esa. Dalam doa tersebut mereka juga menegasakan menyatakan menolak dan mengecam setiap aksi kekerasan dan teroriseme, karena bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan ajaran agama
 
Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, Aster Kasdam IX/Udayana Kol inf Kadek Subawa, Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, Penasehat FKUB kabupaten Badung dan tokoh lintas agama, AA Gde Agung, Muspika kecamatan Kuta Selatan, dan Lurah Benoa serta tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama kabupaten Badung. Dalam ksesempatan tersebut seluruh limpinan lembaga umat di kabupaten Badung bergantian melakukan doa, mulai dari Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Keuskupan Denpasar dan Badung, Musyawarah Pelayanan Antar Gereja (MPAG), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN)  kabupaten Badung. Dipilihnya kompleks peribadatan Puja Mandala sebagai lokasi doa bersama, dikarenakan puja mandala adalah tempat ibadah yang merupakan simbul keberagaman, kebhinekaan dan harmonisasi umat beragama, persatuan harmoni dan toleransi umat beragama di Kabupaten Badung.
 
Dalam kesempatan tersebut Wabup Suiasa, mengajak setiap elemen dan komponen masyarakat di Kabupaten Badung untuk senantiasa menjaga persatuan, memperkuat diri dalam jalinan tali silaturahmi, toleransi, persaudaraan, kekeluargaan. Pihaknya menghimbau agar seluruh komponen masyarakat senantiasa mengawal kedamaian dan kenyamanan di manapun kita berada. Jangan terlena dan selalu waspada akan potensi ulah oknum yang ingin memecah belah, merusak kedamaian dan ketentraman wilayah. "Melalui kesempatan ini kita juga mohon tuntunan dan bimbingan, agar senantiasa diberikan jalan yang terbaik. Sehingga kita visa senantiasa menjaga kerukunan dalan berkehidupan, saling menjaga cinta kasih sekaligus mendoakan untuk diberikan keselamatan lahir dan bhatin. Semoga aksi terorisme di Jakarta dan Surabaya inu tidak berlanjut dan orang yang memiliki niatan tidak baik ini segera disadarkan,"paparnya.
 
Pihaknya mengaku juga sudah menginstruksikan kepada jajarannya di tingkat terbawah, untuk melakukan pengawasan dan peningktan kewaspadaan, terhadap dinamika di wilayahnya masing-masing. Pihaknya akan melaksanakan koordinasi dan konsolidasi, bersama seluruh jajaran dan aparat di Kabupaten Badung. Mulai dari Perbekel, bendesa adat, Linmas, Pecalang, tokoh adat serta tokoh masyarakat, bersama Kepolisan dan TNI, untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam mengantisispasi dan menjaga kemana wilayah di kabupaten badung. "Dengan koordinasi dan konsolidasi ini, kita harao akan lebih sehingga cepat kita melakukan cegah tangkal hal yang bersifat negatif,"imbuhnya.
 
Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Badung, Kompyang R Swandika berharap dsngan diadakannya doa berama tersebut, seluruh umat beragama yang berada di kabupaten Badung diberikan kekuatan lahir dan bhatin. Sehingga seluruh masyarakat dan umat beragama bisa semakin teguh dan bersatu, dalam menegakkan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 45. "Kita tetap konsisten dalam mengimplementadikan tri kerukunan hidup beragama, yaitu kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah,"ujarnya.
 
Selain itu kegiatan tersebut diharapkan bisa memberikan kekuatan, untuk senantiasa bisa melaksanakan ibadah, dharma bhakti dan swadarma kepada negara dan agama. Hal tersebut untuk menjaga kedamaian dan kesejahteraan negeri Indonesia, bali dan Badung pada khususnya. Sebab dengan aman damai tentram, hal itu merupakan modal dalam membangun Badung yang shanti dan jagadhita.
  • 17 Mei 2018
  • Dibaca: 44 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita