RAPAT KOORDINASI MASALAH LINGKUNGAN

  • 07 Desember 2016
  • Dibaca: 288 Pengunjung
RAPAT KOORDINASI MASALAH LINGKUNGAN

Pimpinan Rapat : Bapak Camat Kuta Selatan

Undangan :

1.  Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, dihadiri oleh Kasat. Pol PP Kabupaten Badung (Ketut Martha)

2.  Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung, Perwakilan dari DBMP (Ibu Ria dan Komang Yasmana)

3.  Kepala BPN Kabupaten Badung (tidak hadir)

4.  Kepala BLH Kabupaten Badung, perwakilan dari BLH (A.A Raka Sukadana)

5.   Kepala DKP Kabupaten Badung, dihadiri oleh UPT. DKP Kuta (Wahyu Wibowo)

6.  Lurah Benoa, diwakilkan oleh Kasi Pembangunan (I Nyoman Wirnata)

7.  Lurah Jimbaran, diwakilkan oleh Kasi Pemerintahan (Marina)

8.  Kepala Lingkungan Bualu (I Nyoman Kariana Wirawan)

9.  Kepala Lingkungan Pesalakan (Ketut Sukadana)

10.  Pemilik Maharaja Latex, dihadiri oleh Direktur Maharaja Latex (Nang Victoria)

11.  I Wayan Sulendra (warga sekitar Maharaja Latex – hadir - Bualu)

12.  Jro Nyoman Gari (Timung Jaya –hadir -  Bualu)

13.  Bapak Haji Madin (hadir - Bualu)

14.  I Ketut Makra (Penyarikan - hadir)

15.  Bapak Putra (Lingkungan Bualu) – rumahnya sudah dijual

16.  Bapak Surya (Bualu)

17.  I Wayan Sonta (Bualu – hadir I Made Muda sebagai ahli warisnya)

 

Masalah :

1.  Luapan air hujan yang mengakibatkan banjir di lokasi Maharaja Latex

2.  Luapan air hujan yang mengakibatkan banjir di lokasi depan SMPN 1 Kuta Selatan

 

Penyebab Luapan Air Hujan di sekitar Maharaja Latex:

1.  Gorong-gorong secara fisik sudah tidak seimbang dengan debit air dari atas, air terlalu besar untuk gorong-gorong yang sekecil itu.

2.  Air yang datang dari atas sellau datang bersama sampah

3.  Disinyalir ada pemotongan saluran air, tapi ini perlu pengecekan labih lanjut

4.  Kesadaran masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan atau ke sungai masih sangat rendah

 

Penyebab Luapan Air Hujan di sekitar SMPN 1 Kuta Selatan:

1.  Kondisi fisik cekung

2.  Tidak tersedia saluran drainase, padahal sebelumnya ada MOU antara pihak hotel dan Pemerintah Kabupaten yang ada di dekat lokasi akan membuat saluran air agar tidak terjadi banjir

3.  Saluran pipa air terlalu kecil

 

Pendapat-pendapat dari Instansi terkait dan para undangan terhadap masalah tersebut :

1.  Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung

Maharaja Latex memang lokasi banjir dari dulu. Lokasi tersebut merupakan jalan Nasional. Tetapi Kepala Dinas Bina Marga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat agar biasa dibuatkan gorong-gorong yang lebih lebar.

Untuk lokasi banjir depan SMPN 1 Kuta Selatan akan dibuatkan grill, sebelah barat sumur akan dibelokkan ke kiri.

 

2.  Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung

Dari pihak DKP sudah mengerahkan tenaga kebersihan di seputaran By Pas Nusa Dua dari pagi sampai siang.

 

3.  Dishubkominfo :

Dampak terjadinya banjir, air yang meluap ke jalan akan mengakibatkan kemacetan. Untuk masalah kemacetan bukan dari banjir saja tetapi volume kendaraan sudah melebihi dari kapasitas jalan yang ada di Kabupaten Badung.

 

4.  Badan Lingkungan Hidup :

Ini terjadi karena kesadaran masyarakat masih rendah terhadap lingkungan yang mereka tempati. Masih membuang sampah ke sungai serta limbah babi. Padahal kalau mau diolah limbah babi bisa dijadikan bio gas ataupun pupuk. Disini diharapkan kesadaran dari masyarakat itu sendiri.

Untuk masalah di SMPN 1 Kuta Selatan. Dari Pihak BLH sudah melakukan pengecekan  ke Hotel Karma Jimbaran, ada saluran air yang bocor tapi bukan limbah melainkan pipa PDAM yang bocor.

 

5.  BPN tidak hadir

Diharapkan BPN hadir, untuk bisa melihat sertifikat tanah warga di lokasi banjir, karena disinyalir ada penyempitan saluran tersebut, apakan lahan tersebut milik masyarakat ataukah pelanggaran.

Pada saat cek lokasi Jumat tanggal 9 Desember 2016 BPN diharapkan kehadirannya.

 

6.  Kaling Bulau

Sangat mengapreasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung untuk melakukan pertemuan ini, agar masalah segera bisa diatasi.Diminta kesadaran dari semua warga di lingkungan rawan banjir jika membangun harus sesuai dengan aturan agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Terkait masalah sampah, orang pendatang tidak peduli dengan masalah kebersihan. Disini dari pihak Kepala Lingkungan sudah membuat perarem untuk masalah kebersihan tersebut. Kalau tidak ada masalah sampah air mengalir bagus karena selama ini terjadinya penyumbatan karena sampah. Di sekita Yamaha ada saluran air, di atas TK tunas Kasih juga ada gorong-gorong besar, tapi ini akan dilakukan pengecekan lebih lanjut.

 

7.  I Made Muda (ahli waris Bapak Sonta)

Bapak Muda ini sudah memberikan tanah miliknya 4 are untuk dijadikan jalan. Di belakang rumahnya sudah diurug, ada 3 lapis sampah tanah, sampah tanah, sampah tanah, karena beliau terbentur biaya, maka beliau minta dibuatkan senderan agar sampah tidak melewati sodetan. Tapi dijamin disekita lokasi dia tidak ada warga yang membuang sampah sembarangan karena dia benar-benar menjaga kebersihan untuk kepaentingan umum.

8.  Perwakilan dari Jero Gari Timung Jaya yaitu : Gusti Ayu

Diminta pengecekan bukan hanya di tempatnya tapi di rumah semua warga di sekita lokasi rawan banjir. Rumahnya paling rendah setiap hujan pasti ada banjir 1 meter masuk kerumahnya. Mereka benar-benar memperhatikan masalah sampah, tidak ada membuang sampah ke sungai. Ada pertemuan air dari barat dan timur di rumahnya. Diduga ada pembelokan saluran air yang seharusnya lurus.

 

9.  Maharaja Latex

Dari awal membangun sudah dipikirkan masalah sampah. Sudah diusahakan untuk membersihkan gorong-gorong tetapi tidak bisa maksimal karena sampah terlalu banyak. Saluran air tidak terlalu besar , tidak menampungdebit air yang besar.

 

Kesimpulan dari Kasat Pol. PP Kabupaten Badung untuk menyikapi masalah bajir Maharaja Latex dan SMPN 1 Kuta Selatan:

1.     Terhadap masalah ini semua pihak sudah menyepakati permasalahan lingkungan amatlah penting

2.     Masalah banjir itu perlu dilakukan analisis dan koordinasi dengan instansi terkait. (diduga sementara ada penyempitan)

3.     Perlu diadakan koordinasi dengan Wilayah Balai Sungai, mungkin ada kajian teknis yang dibuat kurang tepat.

4.     Ada hubungan masalah sampah perlu dilakukan cek lapangan BLH dan DKP.

5.     Dinas Bina marga perlu melakukan cek lapangan terhadap pemotongan jalan warga di sekitar lokasi banjir.

6.     Disepakati Cek Lapangan akan dilaksanakan pada Hari Jumat, 9 Desember 2016.

  • 07 Desember 2016
  • Dibaca: 288 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita