MEBUUG-BUUGAN, BERMAIN LUMPUR YANG JADI TRADISI

  • Dibaca: 147 Pengunjung
MEBUUG-BUUGAN, BERMAIN LUMPUR YANG JADI TRADISI

Banyak hal yang unik yang terjadi di Bali, ini salah satunya berkotor-kotoran yang menjadi tradisi.  Terletak di Desa Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, Bali. Para warga menggelar tradisi unik usai perayaan hari Nyepi lewat perang lumpur.

Tradisi ini sarat dengan makna filosofi. Perang lumpur ini dikenal dengan tradisi mebuug-buugan berasal dari kata Buug yang artinya tanah atau lumpur.

"Mebuug-buugan berarti interaksi dengan menggunakan tanah atau lumpur."

Tujuan tradisi ini tak lain u­ntuk menetralisir dari hal-hal atau sifat buruk. Jadi, mebuug-buugan itu manusia divisualisasikan sebagai tanah atau lumpur sebagai wujud Bhutakala (roh-roh jahat). "Kekotoran yang melekat pada manusia itulah yang harus dibersihkan".

sumber : https://qubicle.id/story/mebuug-buugan-bermain-lumpur-yang-jadi-tradisi

Menariknya, tradisi ini sebenarnya telah vakuum selama kurang lebih 60 tahun dan mulai Nyepi tahun lalu kembali dihidupkan. Para pemuda-pemudi di wilayah itu mencoba meneliti dan membangkitkan kembali tradisi itu dan mendapat respons positif para tokoh masyarakat setempat. Para tokoh masyarakat juga berharap tradisi ini bisa menjadi daya tarik pariwisata di kawasan yang memiliki banyak hutan bakau dan juga terkenal sebagai desa nelayan dengan warung ikan bakarnya ini.

Dalam perang lumpur itu, semua pesertanya adalah kaum laki-laki dan perempuan dari semua lapisan usia. Mereka berperang bersama-sama dengan menggunakan lumpur saling lempar dalam suasana keceriaan dan kebersamaan. Setelah acara perang lumpur selesai, para warga bersama-sama membersihkan diri dengan berjalan menuju pantai berpasir putih di sisi barat Desa Kedonganan.

 

 
  • Dibaca: 147 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya