Objek Wisata Uluwatu Siap Menerima Wisatawan dengan Mempersembahkan Pementasan “Tari Kecak New Normal”

  • 23 Agustus 2020
  • Dibaca: 135 Pengunjung
Objek Wisata Uluwatu Siap Menerima Wisatawan dengan Mempersembahkan Pementasan “Tari Kecak New Normal”

Rangkaian acara “Kecak Tatatan Kehidupan Bali Era Baru dan Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS Di Uluwatu” yang dilaksanakan di Pecatu pada Sabtu, 22 Agustus 2020 berlangsung tertib dan lancar. Acara yang diselenggarakan oleh Pengelola Objek Wisata Uluwatu bekerjasama dengan Bank BPD Bali ini mengangkat tema “The Fascinating Uluwatu, Empowering Productivity in Safety Enviroment”, merupakan acara peresmian bahwa Objek Wisata Uluwatu siap menerima kedatangan wisatawan dengan mempersembahkan “Tari Kecak New Normal” mulai bulan September mendatang. Adapun acara ini dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana, dengan penyerahan sertifikat Tata Kelola Pariwisata yang menandakan bahwa Objek Wisata Uluwatu telah lulus verifikasi dalam penerapan SOP Pencegahan COVID-19 dan dinyatakan sebagai kawasan pariwisata yang dapat dipercaya dan nyaman untuk dikunjungi. Dalam peresmian ini turut hadir pula Wabup Kabupaten Badung I Kt. Suiasa, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Adi Arnawa, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan, perwakilan Bank Indonesia Prov. Bali Trisno Nugroho, Ketua Asosiasi Pariwisata Bali, PLT Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, serta sejumlah perwakilan dan pelaku pariwisata di Bali.

Wayan Wijana selaku Manajer Pengelola Objek Wisata Uluwatu dalam sambutannya menyebutkan bahwa selain pesona alam yang disuguhkan, Tari Kecak juga merupakan generator atau penggerak wisatawan berkunjung ke Uluwatu, sehingga tanpa tarian tersebut Uluwatu terasa sepi. Dibukanya Objek Wisata Uluwatu dengan kembali mementaskan “Tari Kecak New Normal” merupakan salah satu upaya pemulihan sektor pariwisata Bali khususnya Badung yang mengalami kemerosotan akibat pandemi COVID-19. Adapun tarian ini telah dimodifikasi dengan mengikuti standar protokol kesehatan yaitu penari kecak dikurangi jumlahnya, menggunakan masker, duduk agak berjarak, serta para penari menggunakan face-shield. Sedangkan untuk kawasan Objek Wisata Uluwatu sendiri juga telah menerapkan standar protokol kesehatan seperti melengkapi kawasannya dengan sistem pengecekkan suhu sebelum memasuki kawasan, kewajiban penggunaan masker, ketersediaan sarana pencuci tangan di berbagai tempat, ketersediaan hand sanitizer dan himbauan agar para pengunjung berjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Diharapkan dengan dipentaskannya kembali Tari Kecak ini dapat mendatangkan wisatawan ke Bali khususnya Badung guna memulihkan perekonomian masyarakat Bali yang bergantung pada sektor pariwisata.

Selain acara utama yaitu peresmian pementasan “Tari Kecak New Normal”, dalam acara ini juga diresmikan penggunaan sistem pembayaran berbasis QRIS(Quick Response Code Indonesian Standard) di Objek Wisata Uluwatu yang merupakan hasil kerjasama dengan BPD Bali, yang sudah mulai diterapkan juga oleh para pedagang di kawasan Uluwatu. Sistem ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan dalam bertransaksi, selain itu juga ditujukan guna memperlancar pencatatan transaksi oleh manajemen Objek Wisa­ta Uluwatu.

Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada acara ini, menyebutkan bahwa Bali dalam perihal COVID-19 memiliki angka kematian yang rendah dan tingkat kesembuhan yang tinggi, yang mana merupakan hal yang harus dipertahankan dan sedapat mungkin diperjuangkan agar menjadi lebik baik lagi. Demi memulihkan kembali pariwisata Bali, semua pihak baik pemerintah, pengelola objek wisata dan masyarakat haruslah bekerja keras dan tertib dalam menaati standar protokol kesehatan guna mencegahan penambahan angka COVID-19 di Bali sehingga Bali dapat menjadi zona yang masih aman untuk dikunjungi. Bali yang rencananya akan dibuka pada tanggal 11 September 2020 untuk wisatawan asing sementara harus ditunda dikarenakan kebijakan dari Kementerian mengenai Indonesia yang belum boleh dikunjungi oleh wisatawan asing. Pemerintah Bali akan bekerja keras untuk mengendalikan angka penyebaran COVID-19 dan mempertahankan agar Bali menjadi zona hijau sehingga nantinya Bali semakin dapat dipercaya untuk menjadi kawasan yang nyaman untuk dikunjungi.

  • 23 Agustus 2020
  • Dibaca: 135 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita