Sosialisasi Skrining HIV pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas IIA Kerobokan

  • 14 September 2018
  • Dibaca: 31 Pengunjung
Sosialisasi Skrining HIV pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  di Lapas Klas IIA Kerobokan

               Sosialisasi skrining HIV pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas IIA Kerobokan merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang merupakan salah satu program strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016. SPM juga merupakan acuan bagi pemerintah daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. Pemerintah mempunyai tanggung jawab untuk menjamin setiap warga negara memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan.

Jenis pelayanan kesehatan yang dimaksud salah satunya adalah pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar. Adapun penerima layanan dasar HIV ini yaitu Ibu hamil, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). WBP perlu mendapatkan pemeriksaan HIV sesuai standar karena pada WBP disinyalir terjadi perilaku berisiko penularan HIV seperti penyalahgunaan narkotika, pemakaian alat tato yang tidak steril, menyuntik, dan hubungan seks sesama jenis.

Pelaksanaan pemeriksaan HIV pada WBP juga tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor Pas-129.PK.01.07.01 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian HIV-AIDS Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan dan Tahanan di Indonesia Tahun 2017-2019. Disebutkan bahwa pemeriksaan HIV pada WBP dilaksanakan pada saat WBP baru masuk dan menjelang bebas.

Kegiatan sosialisasi skrining HIV pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas IIA Kerobokan dilaksanakan pada hari Jumat, 14 September 2018. Pada acara ini dihadiri dr. Elly S Murti selaku Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Badung didampingi perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebagai narasumber, KPAD Kabupaten Badung dan Pengelola Program HIV Puskesmas Kuta Utara. Dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait pelaksanaan skrining HIV pada WBP dan dapat terlaksananya kegiatan skrining sesuai SPM yaitu 100% WBP melakukan tes HIV mengingat hingga saat ini dari 1786 WBP baru 320 WBP yang sudah melakukan tes HIV. Sehingga dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat terlaksananya skrining HIV sesui target SPM yaitu seluruh WBP yang ada di Lapas Klas IIA melakukan tes HIV.

 

 

 

  • 14 September 2018
  • Dibaca: 31 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita