PERSIAPAN MENDIRIKAN PAUD POSDAYA

  • Dibaca: 34 Pengunjung
PERSIAPAN MENDIRIKAN PAUD POSDAYA

Persiapan Mendirikan PAUD Posdaya

A. Mencari Dukungan Masyarakat

Penyelenggaraan PAUD Posdaya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, seperti orangtua, masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pamong desa/kelurahan untuk bersama-sama saling mengulurkan bantuan, baik berupa tenaga, pikiran, tempat maupun dana dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk belajar dan bermain anak. Untuk mencari dukungan tersebut, pendiri PAUD Posdaya harus menghubungi perangkat desa terlebih dahulu untuk mendapat izin. Selanjutnya pendiri dapat mengajak tokoh-tokoh lain melalui pertemuan-pertemuan desa.

B. Menyiapkan Warga Belajar

Warga belajar dalam PAUD Posdaya adalah anak-anak yang berusia 3-6 tahun. Untuk mendapatkan warga belajar PAUD Posdaya, diperlukan sasaran antara lain yaitu : keluarga yang memiliki anak usia 3-6 tahun. Langkah yang dapat dilakukan untuk mendapatkan warga belajar ini adalah pendidik PAUD Posdaya dapat memberikan informasi bahwa kegiatan PAUD Posdaya dapat dimulai walaupun yang mendaftar baru 5 anak. Pendaftaran calon peserta dapat dilakukan sepanjang tahun, selama tempat masih tersedia. Bila jumlah setiap kelompok sudah mencapai 15 orang anak, dapat dibentuk kelompok baru sepanjang tersedia tempat dan pendidiknya.

Setiap kelompok dapat terdiri dari anak yang usianya sama, boleh juga dicampur pada usia yang berbeda, yakni :

1. Kelompok anak 3-5 tahun

2. kelompok anak 4,5-6 tahun

Dalam menentukan jumlah kelompok, penyelenggara mempertimbangkan tempat dan jumlah pendidik yang tersedia. Lama pelaksanaan kegiatan selama 3 jam. Jumlah anak untuk setiap kelompok sebaiknya :

1. Kelompok anak 3 tahun - 4 tahun : 8 - 10 anak

2. Kelompok anak 4 tahun - 5 tahun : 10 - 12 anak

3. Kelompok anak 5 tahun - 6 tahun lebih : 12 - 15 anak

Bila melebihi jumlah tersebut, kelompok dapat dipecah atau perlu dipertimbangkan adanya guru bantu selain guru utama di dalam kelompok tersebut. Apabila ada anak-anak yangg memerlukan bantuan (berkebutuhan) khusus, maka penyelenggara dapat melibatkan orangtua / pengasuh sebagai pendamping anak itu selama kegiatan berlangsung.

C. Membuat Program

Penyelenggara PAUD Posdaya  harus dapat menyusun program-program (rencana kegiatan belajar) sebagai berikut :

  1. Kegiatan rutin
    Membuat rencana kegiatan belajar tahunan/semesteran, bulanan, mingguan dan harian
  2. Kegiatan tidak rutin
    Membuat rencana karya wisata, pemeriksaan kesehatan, perayaan hari-hari besar, dll.
  3. Menentukan tema yang akan dipelajari anak. Contoh tema Diri Sendiri, Lingkunganku, Kendaraan, Sekolahku, dll.

D. Merekrut Guru

Bagaiman mencari guru PAUD Posdaya? Menurut aturan, guru PAUD sebaiknya lulusan pendidikan guru jurusan PAUD, tetapi apabila tidak tersedia maka dapat meminjam guru PAUD, TK atau SD di sekitar. Alternatif lain juga dapat melatih remaja lulusan SMA yang diikutkan pelatihan PAUD terlebih dahulu. Calon pendidik PAUD sebaiknya memiliki sifat-sifat yang dibutuhkan untuk mendidik pada anak usia dini, misalnya sabar, menyayangi anak kecil, bersedia bekerja secara sukarela, dapat bekerjasama dengan orangtua.

E. Menyiapkan Tempat

Penyelenggaraan PAUD memerlukan tempat. Tempat penyelenggaraan Pos PAUD yang ideal adalah tempat tetap. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih tempat, antara lain :

  1. Ada ruangan yang layak pakai
  2. Ada halaman untuk bermain
  3. Ada air bersih dan toilet serta WC
  4. Ada sinar matahari yang masuk ke ruangan dan udara yang keluar masuk
  5. Ruangan cukup bersih

Bila tidak ada tempat yang tidak memenuhi persyaratan tersebut, maka dapat memanfaatkan bangunan atau fasilitas umum yang tersedia di lingkungan seperti Balai Desa, sekolah, prasarana ibadah, atau tempat lain yang tersedia dan terjangkau oleh masyarakat. Kalau tempat di atas tidak memungkinkan, dapat meminjam kepada masyarakat yang rumahnya layak  untuk penyelenggaraan PAUD Posdaya. Tempat untuk kegiatan pos PAUD sebaiknya aman, nyaman dan sehat bagi anak

Catatan :

Karena PAUD Posdaya tidak dapat dipisahkan dengan kegiatan Posdaya maka tempat yang dipilih sebaiknya berdekatan dengan tempat yang bisa digunakan untuk pelatihan-pelatihan atau pembedayaan orangtua yang anaknya belajar di PAUD Posdaya.

F. Menyiapkan Alat Permainan Edukatif (APE)

Alat Permainan Edukatif (APE) menjadi bagian penting untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki anak. Oleh karena itu sebisa mungkin setiap PAUD yang didirikan memiliki APE yang lengkap. APE tidak harus modern tetapi bisa digunakan APE tradisional yang mudah didapat dari lingkungan sekitar. Mengingat pengadaan APE memerlukan biaya yang tinggi, maka dapat dilakukan langkah meminta bantuan kepada pemerintah, tokoh masyarakat, dll. Namun bila tidak memungkinkan, APE dapat dibuat sendiri oleh guru dan orangtua anak. APE dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin kekayaan alam sekitar seperti pasir, air, biji-bijian, batu-batuan, tanah liat, kayu/ranting, dedaunan, dll. Disamping itu, pemanfaatan bahan limbah seperti kertas, karton, botol-botol minuman, juga sangat dianjurkan. Penggunaan APE baik yang sudah jadi maupun yang dikembangkan sendiri agar memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menggunakan bahan yang aman bagi anak (tidak runcing, tajam, atau tidak mengandung zat yang membahayakan kesehatan anak)
  2. Menarik minat anak untuk memainkannya
  3. Dapat dimainkan oleh anak dengan berbagai cara
  4. Bahannya mudah didapatkan di lingkungan sekitar
  5. Mendukung tahapan perkembangan anak

Untuk mempermudah pengelolaan APE yang dimiliki PAUD Posdaya, APE dapat dikemas dalam tempat atau keranjang yang mudah dipindah dan disimpan dalam kemasan yan disebut "keranjang PAUD".

G. Menyiapkan Dana

PAUD Posdaya seyogyanya memiliki sumber pembiayaan yang tetap baik berasal dari iuran orangtua, donatur maupun dana dari desa/kelurahan. Diperlukan adanya petugas yang bertanggung jawab mencari dana, mengelola membukukan pemasukan dan pengeluaran dana tersebut. Pengunaan dana dalam penyelenggaraan PAUD antara lain untuk honor guru, membeli APE, melatih guru, pemberian makanan tambahan, dll.

H. Menyiapkan Administrasi PAUD Posdaya

Semua kegiatan sebaiknya tercatat dan dibukukan. Buku administrasi PAUD Posdaya meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. Buku Induk Anak
    Yaitu buku yang digunakan untuk mencatat data anak, misalnya nama, nama orangtua, tanggal lahir, dll.
  2. Buku Data Pengelola dan Guru
  3. Daftar Hadir Pengelola dan Guru
  4. Buku Rencana Kegiatan
  5. Dafar Hadir Anak per Kelompok
  6. Buku Catatan Perkembangan Anak
  7. Buku/Kartu Penerimaan Iuran Anak
  8. Buku Inventaris
  9. Buku Kas
  10. Buku Tamu

Pengadaan buku-buku tersebut dapat diadakan secara bertahap. Pada tahap awal sebaiknya diadakan buku Rencana Kegiatan, Buku Induk Anak dan Buku Pengelola.

 

 admin bidang dalduk 

 

  • Dibaca: 34 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya