Temu Lapang Demplot Bawang Merah dalam Upaya Pengembangan BPP Pertanian Kecamatan Petang

  • 20 Agustus 2018
  • Dibaca: 23 Pengunjung
Temu Lapang Demplot Bawang Merah dalam Upaya Pengembangan BPP Pertanian Kecamatan Petang

Kegiatan Pengembangan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan salah satu kegiatan peningkatan komunikas ipenyuluhan. Lebih lanjut, kegiatan ini menunjukkan peran aktif Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Petang dalam upaya mempercepat adopsi teknologi oleh pengguna. Selain itu, melalui kegiatan pengembangan BPP, kapasitas institusi BPP dapat ditingkatkan dalam menjalankan tugasnya terutama melaksanakan proses pembelajaran melalui percontohan dan pengembangan model usahatani bagi pelaku utama dan pelaku usaha.

Pada tahun 2018, kegiatan pengembangan BPP bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh dan petani tentang inovasi teknologi budidaya bawang merah, meningkatkan motivasi petani untuk berusahatani bawang merah serta mendapatkan umpan balik terhadap inovasi teknologi bawang merah. Selain penyebaran media cetak/elektronik, pengembangan BPP dilakukan melalui bimbingan teknis, demplot yang dilanjutkan dengan temu lapang. Percontohan teknologi budidaya bawang merah (Demplot) dilaksanakan pada Bulan Agustus 2018 setelah pertanaman padi di lahan BPP seluas 0,25-0,5 ha. Lebih lanjut, Demplot ini merupakan tempat pembelajaran penyuluh/petugas sekaligus petani sehingga diharapkan dapat meningkatkan diseminasi inovasi teknologi budidaya bawang merah.

Teknologi budidaya bawang merah yang diterapkan di lokasi Demplot merupakan implementasi teknologi budidaya padi hasil inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Seperti halnya teknik budidaya tanaman hortikultura lainnya, budidaya bawang merah memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan budidaya komoditas tanaman pangan dan perkebunan.  Oleh karena itu, untuk mendapatkan produksi tinggi yang berkualitas, petani harus dapat menerapkan teknologi budidaya bawang merah dengan benar. Teknologi budidaya tersebut meliputi penggunaan varietas unggul, penyiapan lahan dan pembuatan bedengan, penanaman, pengendalian gulma, pemupukan, pengairan, pengendalian organism pengganggu tanaman (OPT) dan panen.

Varietas yang digunakan adalah Bima Brebes. Benih yang digunakan adalah benih yang sudah disimpan selama 2-3 bulan setelah panen. Sebelum ditanam, benih dipilih yang sehat, tidak cacat dan tidak mengandung penyakit.

Persiapan lahan dilakukan dengan membajak lahan bekas pertanaman padi kemudian dibuat bedengan. Lebar tanggul atau bedengan 100-120 cm antar bedengan dibuat parit berukuran sedang dengan kedalaman sekitar 30-40 cm lebar 40-50 cm dan panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan/petakan. Selanjutnya membuat parit keliling dengan ukuran 40 cm dan dalam 50 cm. Bedengan diratakan dan digemburkan kemudian ditambahkan dolomit/kapur pertanian sebanyak 6 t/ha.

Menjelang penanaman, seminggu sebelumnya tanah diberikan pupuk dasar, yaitu 8 t/ha pupuk kandang dan diratakan. Jarak tanam yang digunakan15 x 20 cm. sebelum tanam, bedengan disiram air secukupnya terlebih dahulu dilanjutkan dengan membuat larikan. Selanjutnya, umbi yang telah dipotong ujungnya dibenamkan ke tanah ¾ bagian dengan menempatkan ujung di sisi atas. Umbi sebaiknya tidak ditanam terlalu dalam, karena menyebabkan umbi mudah membusuk dan menghambat pertumbuhan awal tanaman.

  • 20 Agustus 2018
  • Dibaca: 23 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita