• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Badung - Puspem Kabupaten Badung Mangupraja Mandala Jalan Raya Sempidi Mengwi-Badung

Baca Berita

Parade Gong Kebyar Dewasa Sekaa Gong Dharma Laksana, Duta Badung Tampil Memukau di PKB XL 2018

Oleh : badungkab | 12 Juli 2018 | Dibaca : 142 Pengunjung

Penampilan Sekaa Gong Dharma Laksana, Br. Peken, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kec. Kuta Selatan sebagai duta Kabupaten Badung pada Parade Gong Kebyar Dewasa, Pesta Kesenian Bali (PKB) XL tahun 2018, Selasa (10/7) malam lalu tampil sangat memukau. Setiap tabuh, tarian maupun pragmentari yang dibawakan selalu mendapat sambutan yang meriah dari ribuan penonton yang memadati Ardha Candra, Art Center, Denpasar. Penampilan duta badung ini, mendapat suport khusus dengan hadirnya Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, bersama Wabup. I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa masing-masing bersama istri. Hadir pula Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster bersama istri. Penampilan duta Kabupaten Badung, mebarung dengan Sanggar Seni Manik Uttara, Singaraja, Duta Kabupaten Buleleng.
      Penampilan pertama, Sekaa Gong Dharma Laksana membawakan Tabuh Pat Lelambatan "Janggana Layang". Tabuh ini terinspirasi dari layangan janggan yang telah diketahui oleh semua lapisan masyarakat Bali serta bagan dari terciptanya sebuah komposisi tabuh pat. Sebagai penata tabuh I Wayan Widia dan I Kadek Loking Arsana, penata gerak I Wayan Pradnya Pitala. Suguhan kedua, ditampilkan Tari Kebyar Terompong yakni sebuah tarian yang memadukan unsur gerak tari dan permainan gambelan. Tergolong tari kreasi baru, diciptakan oleh I Ketut Marya yang spontan menari diiringi gambelan kebyar. Sebagai penata tari A. A. Gede Agung Rahma Putra, pembina tabuh I Wayan Widia, I Wayan Pradnya Pitala dan I Kadek Loking Arsana.
      Penampilan ketiga dari Sekaa Gong Dharma Laksana membawakan Tari Kreasi "Giri Jaya Wisesa". Garapan ini terinspirasi dari seorang pemimpin yang melaksanakan program pemerintahan, dengan menterjemahkan lima sifat yang tercermin dalam tokoh pewayangan yaitu Panca Pandawa. Garapan tari kreasi ini disusun apik tanpa meninggalkan pakem-pakem tradisi. Penata tari, Ida Bagus Yudistira dan I Made Nova Antara. Penata Tabuh I Wayan Widia, penata gerong Desak Made Suartilaksmi dan ide garapan Listibiya Kabupaten Badung. Penampilan pamungkas dengan Sendratari "Gugurnya Senopati Salya". Sendratari ini menceritakan Ksatria yang bertempur dengan hati mendua akan mudah dihancurkan musuh. Prabhu Salya, yang raganya dikuasai Korawa, walaupun hatinya ada pada Pandawa, ia berperang membela Korawa yang selama ini telah memberikan kedudukan dan kemuliaan. Namun Salya tak rela melihat kehancuran Pandawa yang sebagian adalah darah dagingnya sendiri. Berperang dengan hati mendua, Raja Madra yang semula bernama Nara Kesuma dan memiliki kesaktian Chandrabirawa ini, akhirnya gugur ditangan Yudistira yang dimasuki arwah Detya Kala Darma yang menuntut balas atas kematiannya oleh perbuatan Salya. Sebagai penata tari I Ketut Gede Narmada dan I Gede Parwata, penata tabuh I Wayan Widia, I Wayan Pradnya Pitala dan I Kadek Loking Arsana, serta penata gerong Desak Made Suartilaksmi.

 

Caption :

Bupati Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa dan Gubernur Bali terpilih I Wayan Koster foto bersama dengan Sekaa Gong Dharma Laksana, Br. Peken, Desa Adat Bualu, Kelurahan Benoa, Kec. Kuta Selatan seusai tampil pada Parade Gong Kebyar Dewasa, PKB XL tahun 2018, Selasa (10/7) malam lalu.


Oleh : badungkab | 12 Juli 2018 | Dibaca : 142 Pengunjung


Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



ASPIRASI MASYARAKAT

Kontak Kami

Jl. Raya Sempidi, Mengwi, Badung 80351

(0361) 9066003

(0361) 9066229

diskominfo@badungkab.go.id

Copyright © 2010 - 2018 Pemerintah Kabupaten Badung. Design & Maintenance by Bali Web Design RumahMedia